Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tiongkok Cetak Sejarah dengan Roket Long March-10B yang Dapat Digunakan Kembali

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 15 Juli 2026 | 07:07 WIB
Tiongkok cetak sejarah dengan berhasil kembangan roket yang bisa digunakan kembali. (NovaPovNP/X)
Tiongkok cetak sejarah dengan berhasil kembangan roket yang bisa digunakan kembali. (NovaPovNP/X)

RADARTUBAN - Baru-baru ini, Tiongkok berhasil mencatat pencapaian penting dalam pengembangan teknologi antariksa.

Negeri Tirai Bambu itu telah berhasil menguji roket Long March-10B (CZ-10B) yang dapat digunakan kembali.

Keberhasilan ini menempatkan Tiongkok sebagai negara kedua setelah Amerika Serikat yang mampu memulihkan booster roket orbital melalui pendaratan terkontrol.

Roket Long March-10B melaksanakan penerbangan perdananya pada 10 Juli dari Pusat Peluncuran Dirgantara Komersial Internasional Hainan.

Misi tersebut berhasil mengirimkan satelit ke orbit sekaligus menguji sistem pemulihan tahap pertama roket.

Baca Juga: Penampakan Roket New Glenn Milik Jeff Bezos Meledak Saat Uji Mesin

Sekitar enam menit setelah peluncuran, booster tahap pertama berhasil ditangkap menggunakan sistem kabel dan jaring yang dipasang pada kapal pemulihan di laut.

Hal ini merupakan pertama kalinya Tiongkok berhasil memulihkan booster roket orbital melalui platform maritim menggunakan metode tersebut.

Berbeda dengan Falcon 9 milik SpaceX yang mendarat menggunakan kaki pendaratan di atas kapal drone, Long March-10B memanfaatkan kait khusus yang terpasang pada roket.

Saat turun, kait tersebut menghubungkan diri ke kabel penegang sehingga laju booster melambat sebelum akhirnya ditangkap oleh jaring di atas kapal.

Setelah berhasil diamankan, sistem pengunci otomatis menahan booster agar tetap stabil selama perjalanan kembali.

Roket Long March-10B sendiri memiliki tinggi sekitar 70,2 meter dengan diameter lima meter. 

Roket ini menggunakan tujuh mesin berbahan bakar oksigen cair dan minyak pada tahap pertama, sementara tahap atas memakai mesin berbahan bakar oksigen cair dan metana. 

Kendaraan peluncur ini mampu mengangkut muatan hingga sekitar 16 ton ke orbit dan dirancang untuk mendukung peluncuran satelit komersial dalam jumlah besar.

Keberhasilan uji coba ini dinilai sebagai langkah penting bagi ambisi antariksa Tiongkok.

Dengan kemampuan menggunakan kembali booster, biaya peluncuran dapat ditekan secara signifikan sehingga meningkatkan daya saing layanan peluncuran satelit Tiongkok di pasar global.

Meski pasar peluncuran Tiongkok dan Amerika Serikat sebagian besar terpisah oleh regulasi keamanan nasional, teknologi roket yang dapat digunakan kembali berpotensi memperkuat posisi Tiongkok dalam membangun konstelasi satelit, jaringan komunikasi antariksa, hingga pusat data di orbit.

Ke depan, keberhasilan ini juga diperkirakan akan memperkuat persaingan teknologi dengan perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, Blue Origin, Rocket Lab, dan Stoke Space.

Sementara itu, Tiongkok terus menargetkan pengiriman astronaut ke Bulan sekitar tahun 2030 sebagai bagian dari ambisi jangka panjangnya di sektor antariksa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
roket Long March-10B booster roket orbital Amerika Serikat tiongkok