RADARTUBAN — Ditengah suksesnya sektor pariwisata ASEAN pasca bangkit dari pandemi, Filipina justru menghadapi kenyataan pahit lantaran sepinya kunjungan wisatawan asing.
Sepanjang tahun 2024 Filipina hanya mendatangkan 5,4 juta wisatawan mancanegara—menduduki peringkat ketujuh dari negara-negara ASEAN lainnya.
Fenomena itu dibahas di Youtube Sepulang Sekolah. Koi, host dalam kanal tersebut menjelaskan bahwa faktor eksternal jugal memperkeruh keadaan pasar turisme Filipina, seperti masalah geopolitik Laut Cina Selatan yang langsung bersinggungan dengan Filipina.
Baca Juga: Krisis Wisatawan Asing Hantam Filipina, Ternyata Ini Pemicunya
Namun faktor internal menjadi sorotan utama penyebab banyaknya pelancong yang enggan untuk kembali atau menyarankan Filipina sebagai negara destinasi mereka.
Wisatawan asing mengeluhkan peliknya transportasi ke wilayah wisata utama seperti Boracay, dan Palawan. "Setelah berjam-jam dalam menunggu bagasi mereka setelah penerbangan, para wisatawan juga harus bertempur dengan tiket kapal dan juga perjalanan macet menuju hotel," terang dia.
Perjalanan pun tak nyaman karena kondisi jalanan yang berlubang, dan minimnya transportasi umum yang layak seperti bus atau kereta. Filipina juga rawan dengan cuaca buruk menyebabkan risiko delay dalam penerbangan domestik juga makin tinggi.
Untuk para pelancong yang hanya ingin singgah secara singkat tentunya aspek di atas juga mengurangi minat berkunjung para wisatawan asing karena banyaknya prosedur yang membuang-buang waktu.
Tak hanya itu tarif yang dibutuhkan untuk transportasi seperti pesawat domestik juga sangat tinggi, seringkali penerbangan menuju luar justru lebih murah daripada dalam negeri masalah internal ini terjadi karena kurangnya dukungan pemerintah Filipina juga membatasi ruang gerak dengan anggaran yang hanya berjumlah $52,1 juta USD pada tahun 2024.
Anggaran ini tentunya kecil bila disandingkan dengan negara tetangga mereka seperti Malaysia yang mendapat dana sekitar $263 juta USD, atau Singapura yang mencapai $431 juta USD yang tentunya angka yang mengenaskan apabila dibandingkan.
Kendati demikian Filipina mulai menoleh kearah lain dalam sektor pariwisata mereka, departemen wisata negara ini mulai fokus ke arah kualitas yang berkelanjutan daripada jumlah wisatawan asing di atas kertas.
Terobosan ini berhasil mendatangkan para wisatawan lokal yang menyumbang pasar domestik tertinggi sebesar 35,8 persen dari total keseluruhan belanja domestik di negara ASEAN. Dengan dukungan pasar lokal Filipina berhasil bertahan dalam sepinya kunjungan dari luar negeri. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban