Terungkap! Dana Pensiun PNS Malaysia Ikut Terseret Skandal eFishery, Rugi Hingga 47,7 Juta Dolar AS

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 09:07 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Instagram @anwaribrahim_my)
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Instagram @anwaribrahim_my)

RADARTUBAN - Dana pensiun pegawai negeri sipil Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP), disebut menjadi korban kasus eFishery dengan nilai investasi mencapai 47,7 juta dolar AS atau sekitar 194,35 juta Ringgit Malaysia (RM). Dana itu masuk pada putaran pendanaan Seri D tahun 2023.

Perdana Menteri Malaysia (PM),  Anwar Ibrahim menyebut investasi KWAP dalam eFishery merupakan hasil dari penipuan yang telah direncanakan sebelumnya. 

Ia mengatakan laporan manipulasi keuangan dilakukan oleh manajemen perusahaan eFishery untuk menarik investor.

Bawa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi dan data kelola berdasarkan data yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat internasional.

Baca Juga: Persebaya Resmi Rekrut Yann Mabella, Striker Haus Gol dari Liga Malaysia Siap Mengguncang Super League

Anwar menjelaskan bahwa selain mengendalikan hasil audit, konsorsium investor yang melibatkan KWAP juga telah melakukan uji tuntas (dua diligence) secara independen. 

Langkah tersebut diambil guna memastikan seluruh informasi yang mendasari keputusan investasi secara lengkap dan valid.

"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi," Ungkapnya 

Ia mengungkapkan sejumlah investor besar yang turut menanamkan modal ke eFishery, diantaranya temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar. 

Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan mengantongi pendanaan seri d sebesar 200 juta dolar AS, gimana KWAP menyumbang investasi senilai 47,7 juta dolar AS.

Ia menyebut konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus berupaya memulihkan dana yang sudah ditanamkan.

KWAP tetap berkomitmen untuk mengelola dana pensiun pegawai Negeri secara transparan, beretika, dan akuntabel demi mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
pegawai negeri sipil malaysia dana pensiun efishery Penipuan