Indonesia Tersalip Vietnam? Deretan Angka Ini Jadi Alarm Keras Daya Saing dan Investasi Nasional

Tulus Widodo • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:31 WIB
Perbandingan antara Indonesia dan Vietnam dalam angka. (Sasha Lend/Unsplash)
Perbandingan antara Indonesia dan Vietnam dalam angka. (Sasha Lend/Unsplash)

RADARTUBAN - Perbandingan sejumlah indikator ekonomi antara Indonesia dan Vietnam kembali menjadi sorotan. 

Infografis yang beredar luas, mengutip data CNBC Indonesia, memperlihatkan Vietnam unggul di sejumlah aspek yang selama ini menjadi pertimbangan utama investor global.

Di atas kertas, Indonesia memang masih memiliki PDB per kapita sedikit lebih tinggi, yakni sekitar US$ 4.960 dibanding Vietnam US$ 4.700. 

Baca Juga: Resmi Tinggalkan Persib, Andrew Jung dan Frans Putros Langsung Dapat Klub Ambisius   di Liga Vietnam

Namun, keunggulan itu justru kontras dengan sederet indikator lain yang menunjukkan Vietnam melaju lebih agresif.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada 2024 tercatat mencapai 7,09 persen, sementara Indonesia berada di level 5,03 persen. 

Bagi banyak ekonom, selisih tersebut bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa mesin ekonomi Vietnam sedang bekerja lebih cepat.

Investor Mulai Melirik Vietnam

Keunggulan Vietnam juga terlihat dari tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 20 persen, lebih rendah dibanding Indonesia yang mencapai 25 persen. 

Tarif PPN Vietnam juga hanya 8 persen, sedangkan Indonesia berada di kisaran 11 persen dan 12 persen untuk barang tertentu.

Daya tarik itu tercermin pada besarnya investasi perusahaan teknologi dunia. 

Investasi Apple di Vietnam mencapai sekitar Rp 265,7 triliun, sedangkan di Indonesia sekitar Rp 1,6 triliun. 

Samsung bahkan telah menggelontorkan investasi sekitar Rp 289,8 triliun di Vietnam, jauh di atas investasi sekitar Rp 8 triliun di Indonesia.

Ekonom senior sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan besarnya pasar domestik.

"Investor kini mencari kepastian regulasi, efisiensi birokrasi, kualitas tenaga kerja, dan biaya usaha yang kompetitif. Itu menjadi faktor penentu keputusan investasi," ujarnya.

Bukan Kalah Total, Tapi Harus Berbenah

Meski demikian, membandingkan dua negara tidak bisa dilakukan secara hitam-putih. 

Indonesia memiliki populasi hampir tiga kali lebih besar, karakter ekonomi yang berbeda, serta tantangan pembangunan yang jauh lebih kompleks.

Namun, data tersebut tetap menjadi peringatan keras. Jika reformasi birokrasi, kepastian hukum, kualitas SDM, dan iklim investasi tidak dipercepat, Indonesia berisiko semakin tertinggal dalam perebutan modal global.

Persaingan Asia Tenggara kini bukan lagi soal siapa yang memiliki pasar terbesar, melainkan siapa yang paling cepat memberi kepastian kepada investor. 

Dan untuk sementara, Vietnam tampaknya sedang memenangkan perlombaan itu. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
investasi ekonomi Indonesia vietnam