Dulu Dijuluki Lautan Kematian, Gurun Kubuki Kini Hijau Berkat 4,5 Juta Kelinci

Nadia Aulia • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Panel surya tumbuh berdampingan dengan vegetasi di kawasan Gurun Kubuki. (ISTIMEWA)
Panel surya tumbuh berdampingan dengan vegetasi di kawasan Gurun Kubuki. (ISTIMEWA)

RADARTUBAN — Siapa menyangka , neraka pasir yang dahulunya tak bersahabat bagi makhluk hidup mana pun, kini berubah menjadi lanskap hijau yang menyegarkan mata. 

Di Gurun Kubuki, kawasan yang pernah dijuluki sebagai ‘Lautan Kematian’, sebuah keajaiban modern terukir  lewat keteguhan hati seorang mantan guru dan rantai ekosistem tak biasa yang digerakkan oleh jutaan ekor kelinci.

Kisah ajaib ini dimulai dari keputusasaan Wang Wenbiao. Setiap hari, ketika masih mengabdi sebagai guru, ia harus mengayuh sepeda menerjang badai debu yang perlahan menelan desanya.

Ketika orang-orang memilih pasrah dan angkat kaki, Wang justru menggariskan takdir berbeda dengan mengambil keputusan .

"Jika aku tidak bisa lari dari gurun, maka Gurunlah yang harus bekerja untukku," ucapnya mantap.

Pada tahun 1988, Wang memulainya dengan langkah yang dianggap gila. Ia menanam lebih dari 300 juta pohon willow khususu gurun.

Baca Juga: Misteri Ksar Draa: Menjelajahi Benteng Melingkar Tanpa Jendela Abad ke-14 di Jantung Gurun Sahara Aljazair

Pohon dengan akar yang mampu menembus tanah sangat dalam ini difungsikan sebagai benteng alami penahan laju angin pasir bagai benteng .

Keajaiban sejati terjadi ketika Wang memasukkan 'pasukan' tak terduga berupa 4,5 juta kelinci Rex Prancis berbulu beludru ke dalam proyeknya.  kelinci di Kubuki dikelola ketat dalam rantai ekosistem tertutup yang saling menguntungkan.

Siklus ekologinya disini, Kelinci memakan tunas willow dan Kotorannya yang kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium menjadi amunisi utama yang merangsang pembentukan lapisan humus .Perpaduan  inilah yang mengubah pasir tandus menjadi tanah yang subur dan hidup kembali. 

Hasilnya, dalam kurun waktu beberapa dekade, lebih dari 300 juta pohon willow berdiri kokoh, menahan belasan juta ton pasir setiap tahunnya, kecepatan angin gurun merosot, permukaan air tanah terangkat  hingga dua meter, memanggil kembali satwa yang lama hilang, mulai dari rusa liar, rubah gurun, hingga kawanan burung migrasi.
 
Tak berhenti pada penghijauan tanah, Wang memperluas inovasinya dengan membangun  196.000 panel surya yang  membentang membentuk siluet kuda raksasa "Junma" dan terlihat jelas dari luar angkasa.

Panel-panel ini tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi bayangannya juga menciptakan iklim mikro yang mendinginkan tanah di bawahnya, memungkinkan rumput tumbuh lebat.

Dari tanah yang mengutuk kehidupan, Kubuki kini mengangkat derajat lebih dari 10.000 keluarga dari jerat kemiskinan. PBB bahkan menobatkan Kubuki sebagai salah satu percontohan terbaik dunia dalam menangani krisis desertifikasi.

Di tangan manusia yang pantang menyerah, neraka pasir sekalipun bisa disulap menjadi surga di bumi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : youtube Zona Fakta
gurun kubuki lautan kematian wang wenbiao kelinci pohon