RADARTUBAN — Platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) kembali melakukan perombakan besar-besaran pada ekosistem monetisasi kreatornya.
X secara resmi menghentikan pendaftaran program Creator Revenue Sharing yang lama dan menggantinya dengan sistem baru bertajuk Original Content Rewards Program.
Perubahan ini memicu kekhawatiran dan diskusi hangat di kalangan kreator konten, khususnya para pemilik akun centang biru, karena persyaratan untuk menghasilkan uang kini menjadi jauh lebih ketat dan selektif.
Sebagai gantinya, platform milik Elon Musk tersebut meluncurkan Original Content Rewards Program.
Program baru ini secara khusus dirancang untuk memberikan imbalan keuangan hanya kepada kreator yang mengunggah wawasan orisinal, keahlian, kreativitas, laporan, serta komentar bermakna.
Seperti dikutip dari kanal YouTube Eno Bening, skema baru ini secara drastis mengubah peta permainan bagi para pemburu pembagian pendapatan iklan di X.
Baca Juga: Tragedi Tol Brexit 2016: Ambisi Infrastruktur yang Berujung Mudik Neraka
Pada sistem lama, kreator kerap memanfaatkan celah algoritma dengan memicu kontroversi, mengambil ulang konten dari platform lain seperti TikTok, YouTube Shorts, maupun Threads, hingga menggunakan AI untuk memproduksi postingan massal demi meraih jumlah tayangan setinggi-tingginya.
Platform X juga secara tegas mendiskualifikasi berbagai bentuk tayangan manipulatif.
Tayangan berulang dari akun yang sama, tayangan berbayar, tayangan yang dihasilkan oleh bot, serta interaksi dari grup dukungan yang saling bertukar balasan demi mendongkrak statistik tidak akan dihitung sebagai pendapatan.
Langkah X mengganti sistem Creator Revenue Sharing menjadi Original Content Rewards Program menandai babak baru dalam tata kelola konten di platform microblogging tersebut.
Walaupun kebijakan ini diapresiasi karena berpotensi membersihkan linimasa dari konten spam, rage bait, dan hasil jiplakan, syarat baru seperti kewajiban mengumpulkan qualified impression dan 500 pengikut terverifikasi menjadi tantangan berat yang sangat sulit dijangkau oleh mayoritas kreator skala kecil dan menengah.
Akibatnya, memonetisasi konten di X kini tidak lagi semudah memancing amarah warganet, melainkan menuntut orisinalitas tinggi serta interaksi organik di antara sesama pengguna premium. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Eno Bening