Mengenal Aghori, Sekte Misterius di Tepi Sungai Gangga yang Menolak Segala Norma Sosial

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:14 WIB
Seorang petapa Aghori duduk di tepi area kremasi Sungai Gangga. (Tangkapan layar youtube Kendati Demikian)
Seorang petapa Aghori duduk di tepi area kremasi Sungai Gangga. (Tangkapan layar youtube Kendati Demikian)

RADARTUBAN- India dikenal sebagai negeri yang kaya akan spiritualitas, budaya, dan keragaman tradisi keagamaan. Namun, di antara ribuan kelompok spiritual yang tersebar di sepanjang Sungai Gangga, ada satu kelompok petapa yang kerap memicu rasa penasaran sekaligus ketakutan bagi masyarakat umum.

Mereka adalah para Aghori, sebuah sekte Hindu ascetics yang dikenal memiliki praktik ritual sangat ekstrem dan menyimpang dari norma sosial pada umumnya.

Dikutip dari unggahan video kanal YouTube Kendati Demikian yang bertajuk Aghori: Sekte Paling Gelap dan Menakutkan di Dunia, sekte Aghori merupakan kelompok spiritual yang mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk Dewa Siwa, khususnya dalam wujud Bhairawa—manifestasi

Dewa Siwa yang melambangkan kehancuran dan transformasi. Tidak seperti pertapa Hindu biasa yang mengisolasi diri di pegunungan atau kuil yang tenang, para praktisi Aghori justru memilih tempat pemakaman publik dan area kremasi terbuka (shmashan), seperti di kota kuno Varanasi, sebagai tempat tinggal utama mereka.

Baca Juga: Narendra Modi Puji Sambutan Prabowo di Lanud Halim, Kerja Sama Indonesia-India Makin Diperkuat

Filosofi dasar yang dianut oleh sekte Aghori berakar pada ajaran advaita atau non-dualisme yang sangat radikal. Bagi seorang Aghori, tidak ada batasan antara hal yang suci dan yang jahat, bersih dan kotor, atau indah dan menjijikkan. 

Semua hal di alam semesta dianggap sebagai ciptaan ilahi yang setara. Untuk melepaskan diri dari keterikatan duniawi dan ilusi ego manusia, mereka secara sengaja melanggar segala bentuk tabu sosial yang dipegang erat oleh masyarakat modern.

Praktik ritual sekte ini kerap dinilai mengerikan oleh publik luar. Salah satu ciri khas para Aghori adalah kebiasaan melumuri seluruh tubuh mereka dengan abu sisa pembakaran jenazah manusia.

Abu kremasi tersebut dipandang sebagai simbol kesadaran murni sekaligus pengingat akan kematian yang tidak bisa dihindari oleh siapapun.

Selain itu, mereka sering terlihat membawa kapala, yakni cangkir yang terbuat dari bagian atas tengkorak manusia. Tengkorak ini digunakan sebagai wadah untuk makan, minum, hingga berdoa.

Tidak berhenti di situ, beberapa laporan dan dokumentasi tradisi Aghori juga mencatat praktik konsumsi daging manusia mati (necro-cannibalism) yang diambil langsung dari Sungai Gangga, di mana jenazah orang tertentu tidak dikremasi melainkan dihanyutkan.

Menurut kepercayaan mereka, memakan makanan yang dianggap paling tabu oleh manusia adalah bentuk ujian tertinggi untuk menghancurkan rasa jijik, ketakutan, dan kebangkangan ego.

"Dalam pikiran mereka, Tuhan tidak bisa dibatasi oleh kategori manusia. Jika Tuhan menciptakan kotoran, maka kotoran itu sama sucinya bunga teratai," dikutip dari YouTube Kendati Demikian.

Masyarakat India memiliki hubungan yang rumit dengan sekte Aghori. Di satu sisi, banyak warga lokal yang cenderung menjauhi sekte ini karena gaya hidup mereka yang ekstrem, menakutkan, dan melanggar batas-batas kesucian tradisional.

Namun di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang justru secara khusus datang mencari keberadaan para Aghori untuk meminta berkah, ilmu penyembuhan, atau doa perlindungan.

Keahlian spiritual mereka yang dianggap mampu menembus alam gaib membuat para pertapa ini tetap dihormati sekaligus ditakuti.

Baca Juga: MSCI Tetapkan Indonesia Tetap Emerging Market, Sejajar China dan India di Bursa Asia Pasifik

Kehidupan mereka yang serba minim dan jauh dari kemewahan pun menjadi bukti dedikasi penuh pada jalan asceticism yang sengaja mengasingkan diri dari hiruk-pikuk keduniawian.

Pada akhirnya, kebebasan spiritual yang dianut oleh sekte Aghori menunjukkan betapa luas dan kompleksnya spektrum kepercayaaan manusia.

Meski dianggap sebagai sekte paling misterius dan menakutkan di tepi Sungai Gangga, keberadaan Aghori tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang spiritualitas ekstrem di tanah India. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube Kendati Demikian
Aghori Abu kremasi sungai gangga india