RADARTUBAN — Sungai Amazon dikenal sebagai sungai dengan aliran terbesar di dunia yang menyumbang sekitar 20 persen suplai air tawar bumi.
Dikelilingi hutan hujan seluas 5,5 juta kilometer persegi, sungai raksasa ini menyimpan sejarah geologi yang luar biasa. Siapa sangka, jutaan tahun lalu, arah aliran Sungai Amazon pernah berputar 180 derajat.
Dilansir dari kanal YouTube Faunetik Earth, penelitian geologi menemukan bukti bahwa sekitar 100 juta tahun lalu, Sungai Amazon mengalir dari timur ke barat—berlawanan dengan alirannya saat ini yang menuju Samudra Atlantik.
Bukti ilmiah ini diungkap oleh peneliti Russell Maps dari University of North Carolina pada 2006 melalui penemuan mineral zircon pada sedimen di bagian barat Amazon.
Baca Juga: Mengenal Aghori, Sekte Misterius di Tepi Sungai Gangga yang Menolak Segala Norma Sosial
Mineral yang tahan pelapukan ini hanya bisa terbentuk di batuan tua wilayah timur Brasil, membuktikan bahwa aliran sungai purba membawa material dari timur ke barat.
Perubahan arah aliran secara drastis ini dipicu oleh aktivitas tektonik. Sekitar 50 juta tahun lalu, proses subduksi lempeng memicu terangkatnya Pegunungan Andes di bagian barat Amerika Selatan.
Terangkatnya daratan barat membentuk cekungan raksasa seluas lebih dari 1 juta kilometer persegi di bagian tengah benua.
Akibat tak memiliki jalur keluar, wilayah tersebut berubah menjadi sistem rawa danau raksasa atau sistem rawa bebas selama periode 23 hingga 10 juta tahun lalu.
Seiring berjalannya waktu, sedimen dan luapan air dari Pegunungan Andes mengukir jalur baru menembus daratan ke arah timur, membentuk alur Sungai Amazon modern.
Dinamika geologi ini juga melahirkan ekosistem ekstrem yang dihuni oleh megafauna purba. Di masa sungai purba, Amazon menjadi habitat Titanoboa—ular akuatik terbesar dalam sejarah bumi dengan panjang 13 meter dan berat 1 ton yang berburu dengan kekuatan lilitan mencapai 400 kg/m².
Pada fase rawa bebas, Amazon dikuasai oleh Purussaurus, buaya raksasa sepanjang 12 meter dengan kekuatan gigitan 69.000 Newton.
Spesies terbesarnya, Purussaurus brasiliensis, menguasai rawa purba bersama kura-kura raksasa Stupendemys geographicus yang cangkangnya mencapai 3,3 meter.
Transformasi Amazon berlanjut sekitar 5 hingga 1 juta tahun lalu saat iklim bumi mengering dan mengubah kawasan tersebut menjadi padang savana terbuka.
Wilayah ini sempat dihuni oleh kucing bertaring pedang (Smilodon Populator), armadillo raksasa (Gliptodon), dan mamalia Toxicodon.
Baca Juga: Ngopi Sambil Rendam Kaki, Kafe Aliran Sungai di Air Terjun Banyulangse Tuban Jadi Buruan Wisatawan
Baru pada 1 juta tahun terakhir, curah hujan tinggi kembali memicu tumbuhnya hutan hujan tropis lebat.
Sekitar 13.000 tahun lalu, masuknya manusia purba yang berburu kelompok megafauna diyakini memicu kepunahan hewan-hewan raksasa tersebut, hingga posisi pemangsa puncak akhirnya digantikan oleh jaguar dan anaconda hijau hingga saat ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Faunetik Earth