Mengapa Penjaga Mercusuar Zaman Dulu Banyak Alami Gangguan Jiwa? Ini Penyebabnya

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:23 WIB
Foto arsip tiga penjaga mercusuar Flannan Isles di Skotlandi. (Tangkapan Layar YouTube TIGA PAGI)
Foto arsip tiga penjaga mercusuar Flannan Isles di Skotlandi. (Tangkapan Layar YouTube TIGA PAGI)

RADARTUBAN — Pada abad ke-18 dan ke-19, mercusuar merupakan benteng pertahanan utama pelayaran dunia untuk mencegah kapal hancur menghantam karang.

Namun, di balik cahaya penyelamat kapal di tengah lautan, terdapat profesi penuh tekanan yang menyimpan kisah-kisah kelam: penjaga mercusuar.

Dilansir dari kanal YouTube TIGA PAGI, banyak kisah misterius dan kasus gangguan jiwa berat (lighthouse madness) yang dialami para penjaga.

Salah satu misteri paling terkenal terjadi pada Desember 1900 di Pulau Flannan, Skotlandia. Tiga penjaga berpengalaman James Ducat, Thomas Marshall, dan Donald MacArthur menghilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak.

Saat tim bantuan tiba, pintu menara ditemukan terkunci dari dalam, lampu bersih dan siap pakai, namun dua jaket tebal masih tergantung di dalam ruangan.

Baca Juga: Misteri Lighthouse Madness, Sisi Kelam Dibalik Kegilaan Penjaga Mercusuar

Buku catatan harian (logbook) menunjukkan tulisan yang ganjil. Thomas Marshall mencatat adanya badai dahsyat serta menggambarkan rekannya yang menangis dan berdoa ketakutan. 

Padahal, catatan cuaca kapal-kapal di sekitarnya menunjukkan laut dalam kondisi normal dan tidak ada badai besar.

Selain kasus Flannan Isles, ketahanan mental para penjaga sering kali diuji oleh isolasi ekstrem. Kasus tragis lain terjadi di Small Lighthouse, Wales, pada 1801. Penjaga bernama Thomas Howell harus bertahan hidup sendirian selama berminggu-minggu di dalam menara sempit bersama jenazah rekan kerjanya yang meninggal karena sakit.

Peristiwa tersebut membuat Howell mengalami gangguan saraf berat akibat tekanan trauma dan kesepian mendalam.

Tak hanya dipicu oleh isolasi, tuntutan kerja yang keras, dan ancaman pemecatan jika lampu padam, sains modern juga mengungkapkan faktor medis yang tak kalah mengerikan.

Pada masa itu, sistem lensa raksasa mercusuar dirancang mengapung di atas bak berisi merkuri cair (air raksa) agar dapat berputar dengan halus.

Para penjaga harus merawat dan membersihkan sistem ini setiap hari di dalam ruang tertutup tanpa alat pelindung. Tanpa disadari, uap merkuri terhirup ke paru-paru dan merusak sistem saraf. Keracunan merkuri secara kronis ini memicu kondisi medis yang disebut erethism.

Gejalanya meliputi sakit kepala, kecemasan, kebingungan, sifat mudah curiga (paranoia), delusi, hingga perubahan perilaku secara drastis.

Perpaduan antara racun merkuri yang merusak otak secara perlahan, kesepian di tengah samudra, serta cuaca ekstrem akhirnya membuat banyak penjaga mercusuar kehilangan kewarasan mereka sebelum misteri demi misteri tercipta di laut lepas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube TIGA PAGI
mercusuar kapal gangguan jiwa