RADARTUBAN - Amerika Serikat sering digambarkan sebagai tanah inovasi, tempat melahirkan teknologi maju, jalanan penuh mobil listrik, dan kota-kota yang dihiasi gedung pencakar langit.
Namun di tengah arus tersebut, orang-orang Amish memilih arah hidup yang sebaliknya.
Seperti dilansir dari kanal YouTube Kendati Demikian Studio, masyarakat Amish yang tinggal di pedesaan County, Pennsylvania, justru menolak mobil, listrik, telepon genggam, dan komputer. Kehidupan mereka seakan berhenti di abad ke-18.
Dalam berkendara, mereka menggunakan kereta kuda hitam. Bagi mereka, kendaraan ini bukan sekadar pilihan praktis, melainkan bentuk penolakan terhadap mobil modern yang dianggap memicu gaya hidup berlebihan dan menjauhkan diri dari komunitas.
Penolakan serupa berlaku pada jaringan listrik umum. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan lampu minyak, generator diesel, atau tenaga surya secara terbatas.
Baca Juga: Mobil Listrik Semakin Populer, Apakah Sudah Cocok untuk Semua Orang? Ini Jawabannya
Di bidang pertanian, kaum Amish memodifikasi mesin diesel atau hidraulik tanpa terhubung ke listrik. Sistem pembayaran kesehatan mereka juga unik. Tanpa asuransi, biaya pengobatan ditanggung bersama melalui dana gotong royong.
Cara berpakaian pun menjadi penegasan identitas. Pria Amish mengenakan kemeja polos, celana bertali gantung, topi jerami, serta memelihara jenggot setelah menikah.
Sementara para wanitanya memakai gaun panjang polos tanpa perhiasan, lengkap dengan bonet penutup rambut. Warna bonet menjadi penanda status: putih untuk yang sudah menikah dan hitam bagi yang belum.
Seluruh fondasi hidup orang Amish berpegang pada prinsip Gelassenheit, yakni nilai kepasrahan dan kerendahan hati. Aturan tatanan hidup mereka diatur oleh Ordnung, sebuah tradisi tak tertulis yang diwariskan turun-temurun.
Mereka juga menolak pembaptisan bayi dan beribadah secara bergiliran di rumah warga tanpa gedung gereja megah.
Pendidikan formal anak-anak Amish sangat terbatas, yaitu hanya sampai kelas 8 sekolah dasar.
Pendidikan tinggi dipandang berbahaya karena berisiko menanamkan paham individualisme yang dapat menjauhkan mereka dari komunitas.
Sejarah kaum Amish bermula dari gerakan Anabaptis di Eropa pada abad ke-16.
Akibat tekanan agama yang masif, kelompok yang dipimpin Jacob Ammann ini bermigrasi ke Amerika Utara pada abad ke-18 dan menjadikan Pennsylvania sebagai rumah baru mereka.
Hingga kini, komunitas Amish terus berkembang pesat dalam menjaga tradisi kesederhanaan leluhur. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Kendati Demikian