Sisi Gelap Ekonomi Amerika Serikat Terbongkar, Ada 5 Krisis Sistemik yang Bikin Miris

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Fenomena ketergantungan pada tip di Amerika Serikat. (Pinterest)
Fenomena ketergantungan pada tip di Amerika Serikat. (Pinterest)

RADARTUBAN - Di balik julukannya sebagai negara adidaya dengan citra gemerlap Hollywood dan inovasi megah, jutaan warga Amerika Serikat nyatanya justru terjerat krisis ekonomi, utang medis, hingga beban finansial sistemik yang luput dari brosur pariwisata.

Fakta mengejutkan mengenai sisi gelap Amerika Serikat viral di jagat maya dan menggegerkan publik setelah dibongkar secara gamblang dalam laporan video viral YouTube Tiana Thompson berdurasi 20 menit. 

Dalam laporan tayangan video tersebut, Tiana Thompson membedah secara mendalam berbagai krisis yang sedang terjadi di negara adidaya itu.

Baca Juga: Minta Dana Tambahan, Menhan AS Tuding Senator Kena Trump Derangement Syndrome 

Ironisnya, lima fenomena krisis sosial-ekonomi ini dianggap lumrah oleh masyarakat domestik Amerika Serikat. Namun, dinilai sangat memprihatinkan dan tidak wajar oleh belahan dunia lainnya. 

Kelima krisis finansial sistemik tersebut mencakup parahnya krisis utang medis masyarakat, maraknya fenomena utang makan siang anak-anak sekolah dasar, budaya tip ekstrem yang membebankan gaji pokok pekerja kepada konsumen.

Kemudian, legalitas pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak tanpa alasan formal, hingga tingginya beban utang pinjaman pendidikan tinggi (student loan) yang tidak dapat dihapuskan.

Salah satu poin tajam yang menjadi perhatian publik dalam laporan video tersebut adalah masalah krisis utang makan siang para siswa di tingkat sekolah dasar.

Berdasarkan data nasional tahun 2022, total tunggakan utang makan siang sekolah yang belum terbayar di seluruh wilayah AS telah menembus angka fantastis, yakni lebih dari USD 262 juta. 

Merespons besarnya tunggakan tersebut, sejumlah otoritas sekolah bahkan menerapkan tindakan disiplin yang sangat kontroversial terhadap para murid.

Mulai dari mengganti jatah makanan hangat menjadi roti keju dingin, mencap lengan siswa dengan stempel khusus sebagai penanda utang, hingga nekat menahan ijazah kelulusan siswa.

Tak kalah memprihatinkan, krisis juga melanda sektor ketenagakerjaan dan sistem pengupahan nasional.

Upah minimum federal bagi pekerja yang mengandalkan tip diketahui tidak pernah mengalami kenaikan sejak tahun 1991 dan terus bertahan di angka USD 2,13 per jam.

Kebijakan ini secara langsung memaksa para pekerja sektor jasa untuk menggantungkan kelangsungan hidup harian mereka semata-mata pada kemurahan hati pelanggan melalui pemberian tip. 

Kondisi ini kian diperparah oleh berlakunya undang-undang at-will employment di 49 negara bagian. 

Aturan tersebut memberikan wewenang penuh kepada perusahaan untuk memecat karyawan sewaktu-waktu tanpa alasan formal maupun kewajiban memberikan uang pesangon.

Di sisi lain, sektor pendidikan tinggi juga menorehkan angka beban finansial generasi muda yang sangat mengkhawatirkan. 

Total akumulasi utang pinjaman mahasiswa di Amerika Serikat kini tercatat telah melampaui angka USD 1,77 triliun. 

Berbeda dengan jenis pinjaman atau kredit keuangan pada umumnya, utang pendidikan di AS memiliki sifat hukum yang sangat mengikat dan secara legal tidak dapat dihapuskan begitu saja, bahkan jika pihak debitur telah dinyatakan bangkrut secara resmi oleh pengadilan.

Keseluruhan fenomena krisis finansial ini dinilai bersumber dari filosofi dasar kebijakan sosial di AS.

Negara tersebut memandang bahwa biaya hidup harian, jaminan kesehatan dasar, serta akses pendidikan merupakan tanggung jawab finansial individu sepenuhnya, bukan beban sosial yang ditanggung bersama oleh negara. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
negara adidaya sisi gelap amerika serikat utang krisis Amerika Serikat