RADARTUBAN - Satya Sai Baba merupakan salah satu tokoh spiritual paling terkenal di India pada abad ke-20 dengan jutaan pengikut yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Sai Baba dianggap sebagai sosok Avatar oleh para pengikut setianya yang percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan mukjizat, mulai dari kemampuan menyembuhkan orang sakit hingga menciptakan benda-benda dari udara kosong.
Namun, di balik citra suci dan karisma besar yang melekat pada dirinya, terdapat berbagai kontroversi, isu, serta perdebatan panjang yang mewarnai perjalanan hidup Sai Baba.
Seperti yang dilansir dari kanal YouTube Jazirah Ilmu, Sai Baba lahir dengan nama asli Sathyanarayana Raju pada 23 November 1926 di Desa Puttaparthi, wilayah Kepresidenan Madras di bawah era kolonial Inggris.
Sai Baba tumbuh dalam keluarga Brahmana yang sederhana.
Baca Juga: Little India di Medan, Kampung Unik yang Bikin Serasa Liburan ke India Tanpa Paspor
Menurut narasi yang berkembang di kalangan pengikutnya, sejak kecil Sathyanarayana telah menunjukkan tanda-tanda ketidakbiasaan.
Ibunya dikabarkan mengalami beberapa fenomena aneh selama masa kehamilan, termasuk mendengar suara-suara gaib dan melihat pancaran cahaya misterius di langit.
Rangkaian fenomena tersebut dipercayai sebagian umat sebagai pertanda hadirnya reinkarnasi ilahi sejak usia dini.
Sathyanarayana menunjukkan minat besar terhadap bidang musik dan seni, sering menyanyikan lagu-lagu Bajan, serta membacakan doa-doa Hindu dengan penghayatan tinggi.
Orang-orang di sekitarnya mengenal dirinya sebagai sosok anak yang cerdas, berbakat, serta memiliki empati sosial yang kuat terhadap warga miskin.
Titik balik perjalanan hidupnya terjadi pada tahun 1940 saat berusia 14 tahun, usai Dia mengalami insiden disengat kalajengking.
Setelah peristiwa tersebut, perilakunya berubah drastis hingga dia secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai inkarnasi dari Shirdi Sai Baba, seorang tokoh suci abad ke-19 yang dihormati lintas agama.
Memakai nama Sathya Sai Baba, dia mulai mengajarkan nilai moral universal dan memadukan tradisi doa dari berbagai agama.
Seiring meluasnya jumlah pengikut, Satya Sai Baba mendirikan ashram utama Prasanthi Nilayam di Puttaparthi pada tahun 1950.
Melalui organisasi Sri Sathya Sai Seva, ia juga memelopori berbagai aksi kemanusiaan berskala besar, termasuk pembangunan rumah sakit khusus dan institusi pendidikan tinggi yang memberikan pelayanan gratis tanpa membedakan kasta.
Pengaruhnya dengan cepat memikat perhatian para pejabat tinggi, politisi, pengusaha, serta selebritas internasional.
Kendati demikian, perjalanan karier spiritualnya tidak sepi dari kecaman. Kelompok rasionalis dan ilmuwan menilai atraksi penciptaan barang suci dari udara hanyalah bentuk trik sulap tangan sederhana.
Pada dekade 1990-an hingga 2000-an, namanya kian tersudut akibat liputan investigasi media Barat mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap mantan pengikutnya, serta misteri peristiwa penembakan empat orang di dalam kompleks ashram pada tahun 1993.
Meskipun pernah menyatakan akan bertahan hidup hingga usia 96 tahun, kondisi kesehatan Satya Sai Baba terus menurun drastis sejak awal tahun 2000-an.
Setelah menjalani perawatan medis akibat komplikasi organ parah, dia akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 24 April 2011 di usia 84 tahun.
Kepergiannya menutup babak panjang kisah seorang figur publik yang hingga kini terus dikenang lewat warisan aksi sosialnya sekaligus diperdebatkan rekam jejak kontroversialnya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari