RADARTUBAN - Bagi sebagian orang, hidup jauh dari keramaian kota mungkin terdengar seperti keputusan yang sulit dan aneh. Sebaliknya bagi Rosie, perempuan asal Belanda ini, kesunyian justru menjadi bagian dari kehidupan yang ia pilih.
Setelah hampir 20 tahun tinggal di salah satu kota terbesar di Eropa, Ia memilih meninggalkan kehidupan perkotaan dan menetap seorang diri di sebuah rumah tradisional di tengah hutan Swedia.
Kisah Rosie ditampilkan dalam video kanal youtube THE PILL0W. Dalam dokumenter tim pillow Perjalanan menuju tempat tinggalnya memberikan gambaran betapa terpencilnya kawasan huniannya.
Untuk membeli kebutuhan sederhana, seperti roti, Rosie harus bersepeda sekitar 45 menit menuju wilayah terdekat. Ketika musim dingin tiba, jalanan di sekitar rumahnya juga tertutup salju dan tidak selalu dibersihkan.
Baca Juga: Lebih Besar dari Amazon! Intip Isi Hutan Taiga, Bioma Raksasa Penyelamat Iklim Bumi
Rumah tua yang kini ditempati Rosie dibelinya menggunakan tabungan sendiri tanpa cicilan hipotek. Keputusan itu tidak muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, ia telah menjalani kehidupan di London selama sekitar 17 tahun dan bekerja sebagai desainer interior.
Akibat tingginya biaya hidup serta harga properti di kota perlahan membuatnya mempertanyakan kehidupan yang sedang dijalaninya.
Di tengah kesibukannya, ia kemudian menemukan ketertarikan pada kegiatan hiking jarak jauh. Selama beberapa tahun menjelajahi alam, pandangannya terhadap kehidupan pun turut berubah.
Rosie mulai menyadari bahwa dirinya lebih menikmati kehidupan yang dekat dengan alam dan jauh dari tekanan kehidupan perkotaan. Ia kemudian memilih Swedia sebagai tempat untuk memulai kehidupan baru.
Kini, Rosie menghabiskan waktunya untuk merenovasi rumah tersebut secara bertahap. Ia tidak menjadikan kemewahan sebagai tujuan utama.
Alih-alih langsung memperbarui seluruh bagian rumah, Ia memilih mengerjakan hal-hal yang menurutnya penting dan menyenangkan.
Untuk mandi, misalnya, ia memanaskan air di dapur kemudian menggunakan ember dan pompa air portabel.
Cara tersebut tetap dilakukannya meskipun suhu di kawasan tempat tinggalnya dapat turun hingga sekitar minus 20 derajat Celsius pada musim dingin.
Kehidupan barunya juga menjadi sumber penghasilan. Rosie kini bekerja sebagai YouTuber dengan mendokumentasikan proses DIY , renovasi rumah serta kesehariannya di tengah hutan.
Ia lebih sering berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk memenuhi kebutuhan sehari-harin tanpa kendaraan bermotor.
Baginya , tinggal seorang diri bukanlah bentuk keberanian yang luar biasa. Ia justru merasa kehidupannya yabg dijalani sesuai dengan kepribadiannya sebagai seorang introvert.
“Hidup sendirian sangat mudah bagi saya. Beberapa orang menonton video saya dan mengatakan bahwa saya sangat berani, tetapi bagi saya, ini justru mudah. Menelepon orang lainlah yang membuat saya takut,” ujar Rosie.
Baca Juga: Selamatkan Kawasan Bekas Penebangan Liar, Umi Sulap Lahan 30 Hektar Jadi Hutan Rumpun Bambu
Pengakuannya menunjukkan bahwa tantangan hidup tidak selalu berkaitan dengan kondisi alam. Bagi Rosie, menghadapi interaksi sosial sederhana justru dapat terasa lebih sulit daripada tinggal sendirian di tengah hutan.
Dalam menjalani kehidupan barunya, Rosie juga tidak ingin terburu-buru menyelesaikan seluruh proyek renovasi. Ia memilih menikmati setiap proses yang dilalui.
“Saya hanya berusaha menikmati prosesnya. Setiap proyek besar sebenarnya terdiri atas banyak langkah kecil. Jadi, kita hanya perlu menemukan langkah-langkah tersebut,” katanya.
Keputusannya merupakan upaya menemukan bentuk kehidupan yang lebih sesuai dengan dirinya.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Rosie memilih berjalan lebih lambat, hidup mandiri, dan menemukan kebebasan di antara sunyi hutan Swedia.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni