RADARTUBAN – Rencana warga Malaysia menyampaikan protes terkait kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia ramai di media sosial.
Alih-alih membela pemerintah Indonesia, sebagian pengguna netizen Indonesia justru menyatakan dukungan terhadap aksi yang akan digelar di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Mereka menilai persoalan kabut asap sudah menjadi masalah lintas negara. Karena itu, keresahan masyarakat Malaysia dianggap sebagai hal yang wajar untuk disampaikan.
Dikutip dari Threas @harammalaysia, Aksi tersebut rencananya digelar Himpunan Advokasi Rakyat Malaysia (HARAM) pada Jumat (4/9). Demonstrasi dijadwalkan dimulai pukul 09.00 waktu Malaysia di depan KBRI Kuala Lumpur.
Baca Juga: Orang Utan yang Pingsan Akibat Asap Karhutla di Kalbar Meninggal Dunia
Asap Karhutla Jadi Persoalan Lintas Batas
Kondisi kabut asap yang menjadi sorotan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Dampak asap tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah Indonesia. Sejumlah kawasan di Malaysia, terutama Sarawak dan Sabah, juga disebut mengalami dampak dari buruknya kualitas udara.
Situasi tersebut memunculkan keresahan di kalangan masyarakat Malaysia. Mereka mempertanyakan penanganan karhutla yang dinilai belum mampu mencegah dampak asap lintas batas.
Salah satu pengguna Threads dengan akun @pingulicious137 mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi yang dialami masyarakat di Sarawak dan Sabah.
"Kami di Malaysia sudah tak boleh terima sikap pemimpin Indonesia yang sangat tak bertanggungjawab. Saudara Sarawak dan Sabah kami berada dalam keadaan parah," tulisnya.
Keluhan tersebut kemudian ikut menjadi perhatian pengguna media sosial Indonesia.
Bukannya Marah, Netizen Indonesia Beri Dukungan
Yang menarik, respons dari sebagian netizen Indonesia justru berbeda dari dugaan. Mereka tidak mempermasalahkan rencana aksi warga Malaysia tersebut.
Sebaliknya, sejumlah pengguna media sosial berharap protes itu dapat menjadi pengingat bagi pemerintah agar persoalan karhutla dan kabut asap mendapat penanganan lebih serius.
Bahkan, ada netizen yang berharap negara-negara lain yang turut merasakan dampak asap juga menyampaikan keresahannya.
"Demo aja gakpapa, gue rela, kalau bisa ajak tuh org indo yg lagi disana," komentar akun @S*************
Baca Juga: Cegah Karhutla Saat Kemarau, Damkar Tuban Minta Warga Tak Bakar Sampah dan Puntung Rokok
Komentar lain bahkan meminta persoalan tersebut dibawa ke tingkat internasional.
"Bawa ke pengadilan internasional!" tulis akun @ron****iar.
Dukungan juga datang dari akun @lu****40 yang secara singkat menuliskan, "Kami rakyat Indonesia sangat mendukung."
Sementara itu, pengguna akun lainnya juga turut memberikan terimakasih kepada warga malaysia, atas aksi yang akan dilakukan tersebut.
"Makasih ya rakyat Malaysia," kata @pi**********s.
Respons tersebut memperlihatkan sisi lain dari polemik kabut asap. Sebagian warga Indonesia justru melihat protes dari masyarakat Malaysia sebagai dorongan agar pemerintah lebih serius menangani karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Persoalan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan tidak berhenti di wilayah tempat api berada.
Ketika asap bergerak melintasi perbatasan, persoalan lingkungan berubah menjadi isu yang menyangkut kesehatan dan hubungan antarnegara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni