Di Balik Gemerlap Tokyo! Ini Sisi Kelam Toyoko Kids, Remaja Jepang yang Pilih Hidup Jalanan

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:52 WIB
Fenomena Toyoko Kids di kawasan Kabukicho, Tokyo. (Tangkapan layar YouTube.com KendatiDemikianStudio)
Fenomena Toyoko Kids di kawasan Kabukicho, Tokyo. (Tangkapan layar YouTube.com KendatiDemikianStudio)

RADARTUBAN — Jepang kerap dipuja sebagai negara modern dengan kemajuan teknologi canggih, tingkat kejahatan yang rendah, serta tatanan masyarakat yang sangat disiplin.

Namun, di balik citra rapi dan gemerlap tersebut, Jepang menyimpan potret kelam kehidupan generasi mudanya yang terpinggirkan, yakni fenomena Toyoko Kids.

Dilansir dari kanal YouTube Kendati Demikian, Toyoko Kids merujuk pada sekelompok anak muda berusia belasan tahun yang memilih hidup di jalanan tanpa arah, jauh dari keluarga, dan terperangkap dalam lingkaran keras kehidupan kota.

Baca Juga: Ngeri! Menginap di Hotel Sanwa, Penginapan Terkotor di Jepang Mirip Game Resident Evil

Mereka kerap berkumpul di sekitar kawasan Kabukicho, Shinjuku, Tokyo,  salah satu pusat hiburan malam paling ramai di Jepang.

Nama Toyoko sendiri berawal dari area kumpul mereka di sekitar samping gedung Toho Shinjuku.

Munculnya fenomena ini tidak lepas dari kebijakan pembersihan tunawisma dewasa oleh pemerintah menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Ruang kosong yang ditinggalkan tunawisma dewasa tersebut kemudian diisi oleh para remaja yang mencari tempat bernaung tanpa diusir.

Untuk bertahan hidup sehari-hari, para remaja ini menjalani rutinitas yang jauh dari kata normal. Sebagian tidur di trotoar beralaskan kardus, sementara yang mampu memilih menumpang di kafe manga 24 jam atau warung internet (warnet).

Tidak sedikit di antara mereka yang terjerumus dalam lingkaran berbahaya, seperti prostitusi terselubung di sekitar taman kota (Tachinbo Joshi) hingga penyalahgunaan obat-obatan bebas seperti obat batuk dan flu dalam dosis tinggi demi mendapat efek ketenangan.

Narator dari kanal YouTube Kendati Demikian menyoroti bahwa Toyoko Kids bukan sekadar anak nakal yang kabur untuk bersenang-senang, melainkan cerminan dari retaknya sistem sosial masyarakat modern di Jepang.

"Toyoko Kids bukan sekadar anak nakal atau remaja yang kabur dari rumah untuk bersenang-senang. Mereka adalah produk dari retaknya sistem sosial Jepang, negara yang terkenal disiplin, tertib, dan kaya, namun menyimpan jurang gelap yang tidak banyak disadari," dikutip dari YouTube Kendati Demikian dalam tayangan videonya.

Tekanan akademis yang tinggi di sekolah, maraknya kasus perundungan (ijime), hingga tingginya jarak emosional dengan orang tua yang sibuk bekerja menjadi pemicu utama mereka kabur dari rumah.

Di jalanan, mereka menemukan rasa solidaritas dan penerimaan dari sesama rekannya yang merasa senasib.

Fenomena ini menjadi simbol paradox di negara maju, di mana kemakmuran ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan mental generasi mudanya.

Kesepian akut serta tingginya tuntutan sosial terus mendorong sebagian remaja Jepang memilih jalanan sebagai tempat pelarian terakhir mereka.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Toyoko Kids shinjuku remaja jepang