RADARTUBAN - Perusahaan teknologi asal AS, Meta mulai memperluas uji coba Community Notes ke 16 negara wilayah Amerika Latin.
Program ini memungkinkan pengguna memberikan konteks tambahan pada unggahan di Facebook, Instagram, dan Threads yang dinilai membutuhkan penjelasan.
Negara yang masuk dalam tahap pengujian tersebut meliputi Argentina, Bolivia, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela.
Baca Juga: 5 Makanan Sehari-hari yang Bantu Metabolisme dan Pembakaran Lemak, dr. Vika Ungkap Faktanya
Dalam tahap awal, Meta membuka pendaftaran bagi calon kontributor.
Hanya saja, catatan yang dibuat belum akan ditampilkan kepada publik.
Perusahaan juga menegaskan bahwa program pengecekan fakta pihak ketiga masih tetap berjalan selama masa uji coba.
Meski begitu, Meta membuka kemungkinan untuk mengganti sistem pengecekan fakta tradisional dengan Community Notes jika program tersebut dinilai berhasil.
Community Notes sebelumnya diluncurkan di Amerika Serikat pada Januari 2025. Meta mengklaim program itu membantu mengurangi kesalahan penegakan kebijakan hingga 50 persen.
Tetapi, efektivitasnya masih menjadi perdebatan karena catatan hanya ditampilkan jika mendapat persetujuan dari kontributor dengan sudut pandang berbeda.
Kekhawatiran semakin besar karena sejumlah negara tujuan ekspansi menghadapi polarisasi politik, konflik, atau jaringan disinformasi.
Dewan Pengawas Meta sebelumnya mengingatkan bahwa Community Notes tidak selalu cocok diterapkan dalam situasi tersebut dan tidak seharusnya menjadi pengganti langsung pemeriksa fakta profesional.
Bahkan Jaringan Pengecekan Fakta Internasional (IFCN) juga menyatakan keprihatinan. Menurut organisasi itu, catatan berbasis kontribusi masyarakat saja belum cukup untuk mengatasi dampak berbahaya dari misinformasi.
Dengan ekspansi ini, Meta tampaknya ingin menguji apakah moderasi berbasis komunitas dapat diterapkan di lebih banyak wilayah.
Baca Juga: Gara-Gara Nama Tur Konser, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix dan AEG Presents
Tetapi, tantangan utamanya adalah memastikan informasi keliru tetap tertangani, terutama ketika konsensus antar kelompok sulit tercapai. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban