Banyak masyarakat mengira negara kaya tersebut memiliki cadangan tambang emas berlimpah di wilayahnya sendiri.
Namun, fakta berbeda diungkapkan melalui kanal YouTube Kok Bisa dalam video berjudul Alasan Negeri Dubai Bisa jadi Penghasil Emas. Dubai ternyata sama sekali tidak memiliki tambang emas di negaranya.
Baca Juga: The Loop Dubai, Jalur Futuristik Sepanjang 93 Km yang Bikin Warga Bisa Keliling Kota Tanpa Mobil
Pasokan emas di pasar Dubai didatangkan dalam bentuk bijih mentah dari berbagai negara, terutama kawasan Afrika, untuk diolah dan dijual kembali ke pasar global.
Terseret Isu Konflik dan Eksploitasi Anak
Di balik kemegahan pusat perdagangan tersebut, tersimpan sisi gelap yang jarang diketahui publik.
Sebagian besar pasokan emas mentah yang masuk ke Dubai berasal dari wilayah yang dilanda konflik, salah satunya Republik Demokratik Kongo.
Kelompok bersenjata di wilayah tersebut menguasai area penambangan untuk mendanai perang dan aksi kekerasan.
Praktik penambangan ilegal itu diwarnai eksploitasi kemanusiaan yang parah.
Selain mengabaikan keselamatan kerja, para pengelola tambang mempekerjakan anak-anak di bawah umur dengan upah yang sangat tidak layak.
Imbauan Konsumen Bijak
Lemahnya pengawasan dan regulasi perdagangan di Uni Emirat Arab menjadikan negara ini kerap disebut sebagai surga peredaran emas selundupan.
Laporan menunjukkan, wilayah tersebut menyerap hingga 85 persen dari total ekspor emas ilegal yang berasal dari Benua Afrika.
Menanggapi fenomena tersebut, narator kanal YouTube Kok Bisa memberikan pesan mendalam bagi masyarakat luas agar lebih kritis terhadap produk yang dibeli.
"Tiap kali kita beli sesuatu, kita ibarat ngasih kekuatan buat perusahaan dan kita bisa milih mana yang mau kita kasih suara dan mana yang enggak," ujar narator kanal YouTube Kok Bisa.
Melalui pesan tersebut, konsumen diajak lebih bijak dan peduli terhadap asal-usul barang yang dibeli agar tidak secara tidak langsung mendukung rantai eksploitasi dan kekerasan global. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari