RADARTUBAN - Pelantun lagu terkenal Photograph, Ed Sheeran, baru-baru ini harus menghadapi gelombang protes yang cukup besar dari para penggemarnya sendiri.
Masalah pelik ini bermula ketika ia secara mendadak memutuskan untuk mengeluarkan musisi Macklemore dari daftar penampil pembuka (opener) dalam rangkaian tur konsernya di Amerika Serikat pada 14 September lalu.
Keputusan kontroversial tersebut langsung memicu perdebatan panas di berbagai platform media sosial dan membuat banyak penggemar merasa kecewa dengan sikap sang musisi idola.
Konflik panas ini sebenarnya berawal dari aksi panggung Macklemore yang dengan lantang menyuarakan dukungan untuk Palestina dihadapan ribuan penonton saat tampil sebagai penyanyi pembuka di MetLife Stadium, New Jersey pada 4 Mei 2026 silam.
Baca Juga: Serukan Dukungan untuk Palestina, Macklemore Dikeluarkan dari Sisa Tur Ed Sheeran
Pernyataan vokal tersebut langsung mengundang petisi dari Israeli American Council pada 6 September 2026 yang menuntut agar Macklemore dikeluarkan dari tur karena dianggap menggunakan panggung untuk agenda politik sepihak.
Di sisi lain terdapat tekanan yang sangat besar pula dari pihak petinggi pemilik stadion seperti pemilik New England Patriots— Robert Kraft yang mengancam akan membatalkan seluruh jadwal konser jika sang musisi tetap dilibatkan.
Karena tidak punya banyak pilihan demi menyelamatkan jadwal turnya, Ed Sheeran akhirnya memilih jalan pintas dengan mencopot Macklemore dari daftar penampil.
Langkah tegas ini ternyata berbuntut sangat panjang karena para musisi pendukung lainnya justru ikut kompak mundur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.
Menanggapi situasi yang semakin memanas dan menuai banyak kecaman publik, Ed Sheeran akhirnya memberikan klarifikasi serta permintaan maaf langsung di atas panggung konsernya yang berada di Philadelphia.
Dikutip langsung dari penjelasan video di kanal YouTube Eno Bening, Ed Sheeran menyampaikan, "Sepanjang karir, saya berusaha untuk tidak menjadi komentator politik dalam bentuk apapun karena saya ingin musik dan peruntukan saya menjadi tentang persatuan bukan perpecahan." ungkap Ed Sheeran berdasarkan video.
Selain menyampaikan permohonan maafnya, ia juga menyuarakan situasi kemanusiaan di Gaza tidak dapat dibenarkan.
"Hati saya hancur, melihat skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk nyawa anak-anak dan ke tidak sistemikan yang sedang terjadi di tepi barat dan tidak dapat diabaikan," lanjutnya
Baca Juga: Gara-Gara Nama Tur Konser, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix dan AEG Presents
Di dalam video tersebut, Ed Sheeran juga mengatakan dirinya saat ini sedang mencari cara untuk berkontribusi dengan cara yang dapat membantu para korban dari masa yang memprihatinkan saat ini, sekaligus terus mendengarkan dan belajar.
Meski sudah meminta maaf secara terbuka dan menyebut situasi kemanusiaan di Gaza sebagai hal yang tidak dapat dibenarkan, sebagian publik masih mempertanyakan apakah langkah tersebut benar-benar tulus atau sekadar strategi kehumasan biasa setelah mengalami penurunan penjualan tiket akibat kontroversi ini.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni