RADARTUBAN - Ajang olahraga fitness race bernama Hyrox yang baru saja digelar di Beijing, Tiongkok, mendadak viral dan menuai sorotan tajam publik.
Peristiwa ini melibatkan seorang atlet perempuan asal Australia bernama Joana, yang mengalami insiden kurang menyenangkan saat tengah berjuang di arena perlombaan.
Di tengah sengitnya kompetisi, Joana mengalami diare hebat namun memilih untuk terus melanjutkan pertandingan hingga garis finish.
Aksi nekat ini langsung memicu perdebatan sengit di media sosial, mulai dari pujian hingga kecaman dari berbagai pihak.
Bagi yang belum tahu, Hyrox merupakan sebuah ajang kompetisi kebugaran populer yang menggabungkan lari dan latihan beban ala gym secara bergantian.
Baca Juga: Tujuh Atlet Disabilitas Tuban Bawa Pulang 13 Medali dari Keparprov Jatim 2026
Peserta wajib menyelesaikan berbagai tantangan fisik seperti SkiErg, sled push, sled pull, burpees, row, farmer's carry, sandbag lunges, hingga wall balls yang dikombinasikan dengan lari jarak jauh.
Nah, dalam kasus Joana, kondisi pencernaan yang tidak bersahabat membuat rute serta peralatan fitness yang ia lewati ikut terciprat kotoran.
Situasi tersebut sontak mengganggu kenyamanan peserta lain di arena karena aroma yang tidak sedap serta kondisi fasilitas yang menjadi kotor.
Fenomena ini pun langsung membelah opini netizen menjadi dua kubu yang saling serang.
Kelompok yang mendukung menganggap apa yang dilakukan Joana adalah bentuk determinasi tinggi, totalitas, dan mental pantang menyerah tanpa rasa malu demi menyelesaikan pertandingan.
Di sisi lain, kubu yang kontra menilai tindakan tersebut sangat merugikan diri sendiri berserta peserta lain dan egois.
"Seperti yang gue jelasin tadi, Hyrox banyak banget gerakan-gerakannya dan itu enggak dilakuin di suatu tempat yang sama, itu lu pindah-pindah tempat ya kan, lu lari, lu angkat ini, lu burpees, lu ini segala macem, dan dia ngelakuin itu pindah-pindah di tiap posnya sambil mencret dan belum kelar semua itu isi perutnya, keluar semua otomatis akan mengotori, akan bikin kotor itu lingkungan," ujar Eno Bening.
Situasi semakin memanas setelah Joana mengunggah sebuah pernyataan di Instagram Story miliknya usai perlombaan berakhir.
Dalam unggahan tersebut ia menuliskan, "Go hard or go home, they say.. a win is win thank you for all your support I'll be back soon."
Baca Juga: Mutoharoh Jadi Satu-satunya Atlet Tuban di Asian Games 2026, Begini Profilnya
Kalimat itu justru membuat warganet geram karena ia dinilai tidak menyampaikan permohonan maaf secara terbuka maupun menunjukkan rasa penyesalan atas ketidaknyamanan yang ia timbulkan kepada atlet lain.
Alih-alih merenungi kejadian tersebut, Joana justru terlihat bangga dengan pencapaiannya menyelesaikan perlombaan dalam kondisi ekstrem tersebut.
Di akhir video, Eno Bening menegaskan bahwa fenomena yang terjadi ini bukan untuk mempermalukan sang atlet Hyrox.
Namun, kondisi pencernaan kurang baik ini secara ilmiah memang besar kemungkinan terjadi pada olahraga-olahraga dengan kategori ekstrem seperti halnya Hyrox.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni