RADARTUBAN - Nama besar aktor laga Jackie Chan sudah tidak asing lagi di industri perfilman internasional.
Di balik reputasinya sebagai bintang laga yang sukses meraih piala penghargaan bergengsi Oscar dan mengumpulkan kekayaan bernilai lebih dari 350 juta dolar AS, kehidupan pribadi Jackie Chan menyimpan kisah kelam yang sarat akan luka batin dan dinamika keluarga yang sangat rumit.
Kisah tersebut berakar dari pola pengasuhan keras serta trauma masa kecil yang dialami sang aktor.
Terlahir dari keluarga sangat miskin di Hong Kong pada tahun 1954, Jackie kecil sempat hampir dijual oleh orang tuanya ke dokter asing demi melunasi utang biaya persalinan.
Baca Juga: Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu dan Mengamankan 4 Tersangka Operasi Tumpas Narkoba
Pada usia tujuh tahun, ia ditinggalkan orang tuanya di sekolah pelatihan opera dan kungfu yang menerapkan kedisiplinan fisik ekstrem serta hukuman pukulan tongkat selama satu dekade.
Pengalaman masa kecil yang tanpa kasih sayang orang tua membentuk Jackie menjadi sosok pekerja keras dan disiplin tinggi, namun sekaligus menyisakan luka emosional yang secara tidak langsung terwariskan kepada anak-anaknya.
Setelah menikah dengan aktris Taiwan Joan Lin pada tahun 1982, Jackie dikaruniai seorang putra bernama Jaycee Chan.
Namun, karena kesibukan syuting yang tiada henti, Jackie tercatat hanya memiliki waktu berkunjung rata-rata dua minggu dalam setahun untuk keluarganya.
Ketidakhadiran sosok ayah serta tingginya tekanan publik membuat perjalanan karier Jaycee di dunia hiburan berjalan terseok-seok.
Puncaknya terjadi pada Agustus 2014, ketika kepolisian Beijing menggerebek apartemen Jaycee dan menemukan lebih dari 100 gram obat-obatan terlarang.
Ironisnya, saat itu Jackie Chan menjabat sebagai Duta Anti-Narkoba resmi pemerintah Tiongkok. Dalam persidangan pada Januari 2015, Jaycee dijatuhi hukuman enam bulan penjara tanpa didampingi anggota keluarga, sementara sang ayah menegaskan tidak akan memanfaatkan nama besarnya maupun memberikan warisan harta kepada sang putra.
Kondisi tak kalah ironis juga dialami oleh putri kandungnya, Etta Ng, hasil dari hubungan di luar nikah Jackie dengan mantan pemenang Miss Asia, Elaine Ng, pada tahun 1999.
Jackie memilih untuk memutus hubungan sepenuhnya sejak Etta lahir dan tidak pernah memberikan dukungan finansial maupun emosional.
Pada tahun 2018 dan 2022, publik dihebohkan oleh video Etta yang mengaku hidup menggelandang, tidur di bawah jembatan di Kanada, hingga mengantri pembagian makanan gratis untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Sepekan Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Tangkap Empat Tersangka dan Sita 53, 64 Gram Sabu
Berdasarkan analisis perjalanan hidup Jackie Chan yang dipaparkan oleh kanal edukasi LEGASI, pola pengasuhan keras dan pengabaian tersebut kini mulai menunjukkan titik balik seiring bertambahnya usia sang aktor.
"Pengalaman pahit di masa kecil bisa mengubah seseorang menjadi artis besar, tapi kadang membuatnya gagal menjadi orang tua yang baik. Namun seiring bertambahnya usia, sifat keras seseorang biasanya akan melunak di masa tuanya. Sekarang sang bintang laga tampaknya mulai sadar dan mencoba memperbaiki keadaan secara diam-diam," ungkap narator dalam ulasan biografi tersebut.
Awal tahun 2026 mencatat adanya perubahan sikap dari aktor berusia 72 tahun tersebut.
Jackie dilaporkan mulai memberikan bantuan finansial secara tersembunyi untuk menyewa tempat tinggal Etta di Kanada, serta melibatkan studio kreatif milik sang putri dalam proyek desain promosi film terbarunya secara profesional.
Di sisi lain, hubungan Jackie dengan Jaycee Chan juga berangsur membaik pasca-skandal, di mana keduanya kini kerap terlihat menghabiskan waktu bersama dalam suasana yang jauh lebih hangat.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni