RADARTUBAN - Norwegia mampu mengubah kekayaan dari sumber daya minyak menjadi aset finansial jangka panjang.
Dengan penduduk sekitar 5,64 juta jiwa, negara tersebut mengelola hasil minyak melalui investasi global agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
Strategi tersebut menjadi salah satu alasan Norwegia dikenal memiliki dana kekayaan negara dalam jumlah sangat besar.
Baca Juga: 21 Negara Tanpa Militer, Begini Cara Mereka Menjaga Keamanan dan Mempertahankan Kedaulatan
Berawal dari Penemuan Minyak Lepas Pantai
Pemerintah tidak menghabiskan seluruh pendapatan minyak untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi menyisihkannya untuk dikelola sebagai investasi.
Langkah itu bermula setelah Norwegia menemukan cadangan minyak dalam jumlah besar di kawasan lepas pantai pada akhir 1960-an.
Alih-alih menghabiskan pendapatan minyak untuk belanja rutin, pemerintah Norwegia membentuk Government Pension Fund Global pada 1990.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk berinvestasi di berbagai aset di seluruh dunia.
Investasi dilakukan melalui sejumlah instrumen, mulai dari saham, obligasi, hingga properti.
Dengan cara tersebut, pendapatan dari sumber daya alam yang jumlahnya terbatas diubah menjadi aset finansial yang dapat terus berkembang.
Disiapkan untuk Generasi Mendatang
Pemerintah Norwegia juga menerapkan aturan fiskal untuk membatasi penggunaan dana tersebut.
Prinsip utamanya adalah menjaga nilai pokok kekayaan dan menggunakan hasil investasinya secara terukur.
Seperti dikutip dari kanal YouTube Kacamata Dunia 99, kekuatan utama Norwegia bukan semata-mata karena memiliki cadangan minyak, melainkan bagaimana pemerintah mengelola kekayaan tersebut untuk kepentingan jangka panjang.
"Mereka memperlakukannya sebagai kekayaan nasional yang harus diubah menjadi aset jangka panjang. Dengan kata lain, Norwegia berhasil melakukan transformasi yang sangat terjadi," bunyi narasi dalam video tersebut.
Pendekatan tersebut membuat hasil sumber daya alam tidak hanya dinikmati pada saat minyak masih melimpah.
Kekayaan yang diperoleh dari sektor tersebut terus dikelola melalui investasi sehingga dapat menjadi cadangan finansial bagi masa depan.
Model pengelolaan itu sekaligus menunjukkan bagaimana sumber daya alam yang sifatnya terbatas dapat diubah menjadi aset jangka panjang apabila dikelola secara disiplin. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari