Fenomena Tanah Amblas Hantui Inggris, Kota Ini Disebut Ibu Kota Lubang Runtuhan

Puput Dwi Indrawati • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB
ilustrasi fenomena Sinkhole atau tanah amblas di Inggris. (Tangkapan layar Youtube Sisi Terang)
ilustrasi fenomena Sinkhole atau tanah amblas di Inggris. (Tangkapan layar Youtube Sisi Terang)

RADARTUBAN — Persoalan tanah amblas mobil bahkan ruas jalan di Inggris seolah tak pernah usai di tanah ratu tersebut. Salah satu kawasan yang paling parah terdampak adalah kota Ripon.

Kota ini bahkan mendapat julukan khusus sebagai ibu kota lubang runtuhan di Inggris karena seringnya tanah tiba-tiba ambrol dan membahayakan warga sekitar.

Fenomena ini terjadi karena kondisi geologi bawah tanah kota Ripon yang didominasi oleh batu kapur, lempung, dan gipsum. 

Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Sisi Terang, gipsum memiliki sifat yang sangat mudah larut oleh air layaknya kubus gula. 

Baca Juga: Gua Son Doong Mampu Tampung Gedung 40 Lantai, Miliki Hutan Purba dan Awan Sendiri di Bawah Tanah

Ketika air hujan meresap dan mengikis lapisan tersebut, rongga-rongga besar terbentuk di bawah tanah dalam waktu yang relatif cepat. 

Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti kebocoran pipa air dan pemompaan air tanah juga turut mempercepat proses runtuhnya tanah.

Dampak dari fenomena ini tentu tidak bisa dianggap remeh karena sering kali merusak pemukiman warga. 

Seperti pada insiden tanggal 10 November 2016 lalu, sebuah lubang raksasa dengan panjang dua puluh meter dengan lebar sepuluh meter dan kedalaman enam meter mendadak muncul. 

Peristiwa itu merusak fasilitas warga dan memaksa sekitar 12 keluarga untuk segera mengungsi demi keselamatan jiwa mereka.

Beberapa tahun sebelum 2016 juga muncul lubang serupa, yang berukuran sepanjang lima belas meter dengan lebar sebelas meter sempat muncul di kawasan yang sama (Magdalin's Close) yang cukup besar untuk menelan sebuah rumah kecil.

Pemerintah setempat saat ini tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak. 

Pihak kota sedang menyusun peta tiga dimensi (3D) bawah tanah untuk mendeteksi area-area yang berisiko tinggi. 

Peta ini digunakan untuk mengevaluasi izin pembangunan rumah baru, terutama di "zona C" yang memiliki risiko tinggi.

"Di sinilah peta tiga dimensi berperan. Daripada menduga-duga kondisi lahan, para insinyur dapat memeriksa peta terlebih dahulu. Jika terlihat mencurigakan, mereka bisa menggali lebih dalam  dan melakukan pengujian sebelum kontruksi dimulai. Tentu saja Peta ini tak bisa memprediksi setiap lubang, namun memberi gambaran di mana potensi bahaya terbesar tersembunyi," ungkap narator Sisi Terang. 

Dengan adanya langkah pencegahan ini, diharapkan warga bisa merasa lebih aman dan pemerintah dapat mengantisipasi kemunculan lubang susulan di masa mendatang.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
tanah amblas ripon Inggris