Tabrak Ranjau, Kapal Supertanker Meledak di Selat Hormuz

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 08:23 WIB
Situasi di atas kapal supertanker yang meledak di Selat Hormuz. (tiktok.com/ ANTARA)
Situasi di atas kapal supertanker setelah meledak di Selat Hormuz. (tiktok.com/ ANTARA)

RADARTUBAN – Sebuah kapal supertanker pengangkut minyak mentah dilaporkan meledak dan terbakar setelah menghantam ranjau laut saat berupaya keluar dari Selat Hormuz.

Dilansir dari ANTARA, informasi tersebut disampaikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (10/10).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media resmi IRGC, Sepah News, kapal tersebut disebut mencoba meninggalkan selat melalui jalur yang tidak diizinkan otoritas Iran.

Baca Juga: Tekanan AS ke Iran Meningkat, Analis Soroti Peran Oman dan Strategi Selat Hormuz

IRGC juga mengklaim sistem navigasi dan GPS kapal dalam keadaan mati ketika insiden terjadi.

Menurut pihak Iran, jalur yang dilalui kapal itu telah ditetapkan sebagai kawasan berisiko tinggi.

Namun, pernyataan tersebut tidak mengungkap identitas supertanker maupun kondisi awak kapal setelah ledakan.

Informasi insiden ini masih bersumber dari pernyataan IRGC dan belum disertai konfirmasi independen dalam laporan yang tersedia.

Penyebab ledakan serta kondisi kapal dan awaknya karena itu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

IRGC Peringatkan Kapal Tanker soal Jalur Pelayaran

Angkatan Laut IRGC memperingatkan kapal-kapal tanker agar mematuhi ketentuan pelayaran yang ditetapkan Iran di Selat Hormuz.

Pihak tersebut menyatakan kapal yang menggunakan jalur tidak resmi berisiko menghadapi tindakan tegas.

Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan maritim di kawasan Teluk.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia, terutama untuk pengiriman minyak dan gas dari Timur Tengah.

Sehari sebelum laporan ledakan supertanker, Jumat (9/10), IRGC juga mengumumkan telah menghantam kapal pengangkut gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) bernama NV Sunshine.

Menurut keterangan IRGC, kapal tersebut berusaha melintasi selat melalui rute yang dianggap ilegal di sebelah selatan jalur perairan.

"Ruang mesin dan sistem propulsi kapal tersebut terbakar," ungkap AL IRGC.

IRGC turut menyalahkan militer Amerika Serikat atas rangkaian insiden dan meningkatnya ketegangan di perairan tersebut.

Namun, tuduhan itu merupakan klaim pihak Iran dan belum disertai verifikasi independen dalam laporan yang tersedia.

Selat Hormuz Jadi Titik Rawan Ketegangan Iran-AS

Ketegangan di Selat Hormuz berkaitan dengan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Iran disebut memperketat kendali atas jalur perairan tersebut sejak 28 Februari, termasuk membatasi jalur aman bagi kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel setelah serangan gabungan ke wilayah Iran.

Situasi tersebut meningkatkan ketidakpastian bagi pelayaran komersial yang melintasi salah satu jalur utama perdagangan energi global.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan gas internasional.

Ancaman terhadap kapal yang menggunakan rute di luar ketentuan Iran juga menambah risiko bagi operator dan awak kapal.

Di tengah perkembangan konflik, keamanan maritim di Selat Hormuz terus menjadi perhatian internasional.

Hingga laporan awal IRGC yang dikutip tersebut, identitas supertanker, jumlah awak, kemungkinan korban, serta dampak terhadap lingkungan belum dijelaskan.

Informasi mengenai penyebab ledakan dan pihak yang bertanggung jawab juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
pengangkut minyak mentah iran Amerika Serikat selat hormuz irgc