Publik Figur Mancanegara Protes Soal Asap Karhutla, Akui Batuk dan Kesulitan Bernapas

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:28 WIB
Unggahan protes Joseph Lee soal asap karhutla. (instagram.com/ jobroseph)
Unggahan protes Joseph Lee soal asap karhutla. (instagram.com/ jobroseph)

RADARTUBAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi perhatian setelah dampaknya meluas hingga sejumlah negara di Asia Tenggara.

Di tengah persoalan tersebut, publik figur mancanegara yang terdampak asap karhutla, Joseph Lee, menyampaikan keluhannya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @jobroseph.

Dalam video tersebut, Joseph terlihat mengenakan masker oksigen dengan latar belakang kabut asap yang pekat. Dia mengaku mengalami demam, batuk, pilek, hingga kesulitan bernapas.

Baca Juga: 6.028 Kejadian Karhutla, Gubernur Kalteng Sebut Status Bencana Nasional Belum Diperlukan

Melalui pesannya, Joseph menggambarkan kondisi yang membuatnya merasa tidak sanggup lagi menanggung penderitaan tersebut.

“Saya sudah tidak tahan lagi. Saya menderita. Hari ini saya bangun dengan demam. Saya sakit dan batuk. Ingus terus keluar dari hidung saya. Saya juga kesulitan bernapas. Tolong, saya tidak ingin menderita lagi,” ungkap Joseph dalam video tersebut.

Keluhan itu disampaikan di tengah kekhawatiran mengenai kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap karhutla.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat terbawa angin melintasi batas negara sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Kabut Asap Karhutla Berdampak Lintas Negara

Penyebaran asap lintas batas atau transboundary haze menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi kawasan Asia Tenggara. Ketika kondisi angin mendukung, asap dari titik kebakaran di suatu wilayah dapat bergerak menuju negara tetangga.

Malaysia dan Singapura termasuk negara yang kerap menghadapi dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan ini.

Sebaran asap juga dapat menjangkau sebagian wilayah lain di Asia Tenggara, bergantung pada lokasi kebakaran serta arah dan kecepatan angin.

Kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. Partikel polutan yang terhirup juga berpotensi memicu atau memperburuk gangguan pernapasan.

Ingin Kembali Beraktivitas di Luar Ruangan

Selain mengungkapkan kondisi kesehatannya, Joseph menyampaikan keinginan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Dia ingin bisa berolahraga di luar ruangan, berkencan, pergi ke konser, hingga piknik di taman tanpa khawatir terhadap kondisi udara.

"Sekitar tiga minggu lagi akan ada konser The Weekend, saya ingin pergi ke konsernya. Saya sudah tidak tahan lagi," tambahnya mengungkapkan kekesalan.

Keinginan tersebut menggambarkan bagaimana kualitas udara dapat memengaruhi kegiatan yang biasanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
kesulitan bernapas asia tenggara karhutla kualitas udara asap