Rumor Kim Jong-un Meninggal Dunia Viral, Begini Fakta Kemunculan Terbarunya

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:09 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dikabarkan meninggal dunia. (REUTERS/KCNA)
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dikabarkan meninggal dunia. (REUTERS/KCNA)

RADARTUBAN  – Kabar yang menyebut Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak ramai beredar di media sosial.

Namun, media pemerintah Korea Utara justru merilis foto yang memperlihatkan Kim menghadiri kegiatan publik bersama putrinya, Kim Ju Ae, di Pyongyang pada Senin (19/10).

Rumor tersebut mencuat setelah Wanjun Xie, tokoh oposisi China yang mengaku memimpin Partai Demokrasi China, mengunggah klaim mengenai kondisi kesehatan Kim melalui akun X.

Informasi itu kemudian menyebar meski belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Dalam unggahannya, Xie menyebut Kim mengalami pendarahan otak hingga koma.

Dia juga mengklaim fasilitas medis China mengirimkan tim ahli ke Korea Utara untuk memberikan pertolongan.

Baca Juga: Di Tengah Sanksi Internasional, Ekonomi Korea Utara Justru Tumbuh hingga 3,5 Persen

Selain kabar kondisi kesehatan, Xie turut menyebarkan spekulasi mengenai kemungkinan peralihan kekuasaan kepada Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong-un. 

Dia juga mengaitkan situasi tersebut dengan dugaan pengerahan pasukan China ke Pyongyang.

Namun, klaim-klaim tersebut belum didukung bukti kuat maupun konfirmasi resmi yang dapat memastikan kebenarannya.

Kim Jong-un Muncul di Pameran Pakaian dan Alas Kaki

Di tengah rumor yang berkembang, kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa Kim Jong-un mengunjungi Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026 pada Senin (19/10).

Dalam foto yang dirilis media pemerintah pada Selasa (20/10), Kim terlihat meninjau sejumlah produk pakaian dan alas kaki yang dipamerkan.

Dia tampak mengenakan setelan berwarna gelap dan didampingi Kim Ju Ae serta istrinya, Ri Sol Ju.

Kemunculan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah rumor mengenai kondisi kesehatan Kim menyebar luas.

Meski demikian, media pemerintah Korea Utara tidak secara langsung memberikan tanggapan terhadap kabar kematian yang beredar.

Foto dan laporan kunjungan itu menunjukkan Kim tampil dalam kegiatan publik, tetapi tidak dapat dijadikan bukti independen untuk memastikan seluruh klaim mengenai kondisi kesehatannya.

Kim Yo Jong Ikut Terseret Spekulasi Suksesi

Nama Kim Yo Jong turut muncul dalam rumor yang beredar di media sosial. Xie berspekulasi bahwa adik perempuan Kim Jong-un itu dapat mengambil alih kekuasaan apabila sang pemimpin tidak lagi mampu menjalankan tugasnya.Baca Juga: Menjelajah Korea Utara Lewat Rusia, Sensasi Bikin Merinding Pertama Kali Masuk Pyongyang

Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, tidak ada bukti terverifikasi yang menunjukkan terjadinya peralihan kepemimpinan seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, Kim Ju Ae kembali terlihat mendampingi ayahnya dalam agenda resmi. Kehadirannya menjadi perhatian karena dia beberapa kali muncul bersama Kim Jong-un dalam kegiatan yang diberitakan media pemerintah Korea Utara.

Meski demikian, kemunculan Kim Ju Ae dalam acara tersebut tidak dengan sendirinya memastikan adanya keputusan resmi mengenai suksesi kepemimpinan.

Rumor Kesehatan Pemimpin Korut Kembali Menjadi Perhatian

Informasi mengenai kondisi Kim Jong-un kerap menarik perhatian internasional karena terbatasnya akses terhadap informasi dari Korea Utara. Situasi itu membuat kabar yang beredar di media sosial perlu diperiksa secara hati-hati sebelum dianggap sebagai fakta.

Dalam kasus terbaru ini, klaim mengenai pendarahan otak, koma, hingga kematian Kim belum didukung bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Laporan KCNA mengenai kunjungan Kim ke pameran menjadi informasi terbaru mengenai aktivitas publiknya.

Masyarakat diimbau membedakan laporan media resmi, klaim dari pengguna media sosial, dan fakta yang telah dikonfirmasi.

Tanpa bukti yang memadai, rumor mengenai kesehatan maupun perubahan kekuasaan di Korea Utara tidak sepatutnya diperlakukan sebagai informasi pasti. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
kim jong-un Korea Utara pyongyang pendarahan otak