Inggris Luncurkan Kampanye Be Ready, Warga Diminta Siaga Hadapi Gangguan Layanan Publik

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 14:52 WIB
Inggris meminta setiap rumah tangga memiliki persediaan kebutuhan pokok untuk tiga hari. (Reuters/Rob Stodhart)
Inggris meminta setiap rumah tangga memiliki persediaan kebutuhan pokok untuk tiga hari. (Reuters/Rob Stodhart)

RADARTUBAN - Pemerintah Inggris meminta setiap rumah tangga memiliki persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat selama tiga hari.

Imbauan ini mencakup persiapan makanan, air minum, serta kebutuhan dasar lainnya jika layanan penting seperti listrik, air bersih, telepon, dan internet mengalami gangguan.

Panduan tersebut diperkenalkan melalui kampanye nasional bertajuk Be Ready atau Bersiaplah yang diumumkan pada Kamis (22/10).

Program ini mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat melalui langkah sederhana yang bisa dilakukan tanpa biaya besar.

Kampanye tersebut dirancang berlangsung selama tiga tahun. Pemerintah Inggris menekankan bahwa persiapan menghadapi krisis tidak harus membutuhkan pengeluaran tambahan.

Baca Juga: Mengenal Muhammad Aji Saka, Siswa DKV SMKN 2 Tuban yang Kuasai AI dan Fasih Bahasa Inggris

Setiap keluarga dapat memulainya dengan memanfaatkan kebutuhan yang sudah tersedia di rumah.

Peluncuran program ini tidak terlepas dari pengalaman Inggris menghadapi sejumlah kejadian ekstrem. Badai musim dingin dan kebakaran hutan pada musim panas tahun ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk akses terhadap layanan dasar.

Warga Diminta Memiliki Persediaan Darurat

Salah satu poin utama dalam panduan Be Ready adalah menyediakan makanan yang tahan lama dan air minum kemasan untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari.

Selain menyiapkan stok kebutuhan pokok, masyarakat juga dianjurkan mendaftarkan diri ke Priority Services Register.

Layanan gratis ini memungkinkan perusahaan penyedia gas, air, dan listrik mengetahui pelanggan yang membutuhkan bantuan tambahan ketika terjadi keadaan darurat.

Menteri Keamanan Inggris Dan Jarvis mengatakan, masyarakat yang memungkinkan untuk mengikuti panduan tersebut diharapkan segera melakukan persiapan.

Menurut dia, kesiapan di tingkat rumah tangga dapat membantu mengurangi beban petugas layanan darurat ketika bencana terjadi. Dengan demikian, bantuan bisa lebih difokuskan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

"Dengan mengambil langkah-langkah sederhana untuk bersiap menghadapi keadaan darurat sehari-hari, seperti badai hebat, masyarakat dapat mengurangi beban layanan darurat sehingga mereka bisa memprioritaskan orang-orang yang lebih membutuhkan bantuan," kata Jarvis, dikutip dari situs resmi Pemerintah Inggris.

Dia menilai, keterlibatan masyarakat melalui kampanye berbasis komunitas juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan Inggris menghadapi berbagai situasi krisis.

Baca Juga: Super League Gagal, Real Madrid Kejar 6 Klub Inggris: Tagihan Rp 1,5 Triliun!

Imbauan menyiapkan kebutuhan untuk tiga hari sebenarnya bukan hal baru di Eropa. Sejumlah negara, seperti Prancis, Irlandia, dan Belanda, telah lebih dahulu menerapkan anjuran serupa.

Pemerintah Inggris turut mempelajari pengalaman negara-negara tersebut dan berkoordinasi dengan forum ketahanan lokal. Langkah ini dilakukan agar materi panduan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Libatkan Lebih dari 500 Organisasi

Untuk memperluas jangkauan informasi, kampanye Be Ready akan disosialisasikan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari situs resmi GOV.UK hingga media sosial.

Lebih dari 500 organisasi di Inggris, termasuk badan amal dan perusahaan, turut bergabung dalam penyebarluasan panduan tersebut. Pemerintah juga menyiapkan materi iklan melalui radio dan media sosial dalam beberapa pekan hingga bulan mendatang.

Sosialisasi secara khusus menyasar kelompok yang berpotensi menghadapi kesulitan lebih besar saat keadaan darurat. Di antaranya keluarga dengan anak kecil, warga lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi tempat tinggal yang tidak menentu dan pengguna layanan bank makanan.

Penyusunan kampanye juga melibatkan organisasi amal dan pegiat yang selama ini mendampingi kelompok masyarakat yang kurang terwakili.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris telah memiliki panduan kesiapsiagaan rumah tangga yang diterbitkan pada Mei 2024 melalui situs Prepare.

Kampanye Be Ready menjadi pembaruan dari panduan tersebut, terutama dari sisi tampilan dan penyampaian pesan. Sementara itu, sebagian besar rekomendasinya masih tetap sama.

Direktur Ketahanan Inggris di British Red Cross Laura Scott mengingatkan bahwa masyarakat perlu melakukan persiapan sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi.

"Kita tidak bisa mengendalikan kapan keadaan darurat akan terjadi, tetapi kita semua dapat mengambil langkah-langkah sederhana untuk bersiap. Dengan begitu, saat keadaan darurat benar-benar terjadi, kita sudah siap membantu teman, keluarga, dan tetangga kita," ujarnya.

Scott menambahkan, masyarakat setempat merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan komunitasnya. Karena itu, mereka juga memiliki peran penting dalam memberikan bantuan ketika krisis terjadi.

Menurut dia, panduan yang jelas dan dapat dipercaya sangat dibutuhkan, terutama oleh kelompok rentan. Kesiapan tersebut tidak hanya membantu mengurangi dampak keadaan darurat, tetapi juga berpotensi menyelamatkan nyawa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Kampanye Be Ready darurat Inggris