RADARTUBAN - Finlandia kembali mencetak prestasi dalam dunia teknologi energi.
Pada awal Januari 2026, para peneliti dari beberapa Institut dan Universitas di Negara Nordik tersebut berhasil melakukan uji coba pengiriman listrik tanpa kabel melalui udara.
Penemuan ini menjadi kabar menarik karena memperlihatkan potensi masa depan di mana listrik bisa “mengudara” tanpa perlu kabel, colokan, atau kontak fisik langsung.
Para ilmuwan memanfaatkan gelombang radio frekuensi rendah dan medan elektromagnetik untuk mentransmisikan energi listrik dari satu titik ke perangkat elektronik yang berada di sekitarnya.
Prinsip kerjanya dikatakan mirip seperti Wi-Fi yang mentransfer data tanpa kabel, namun dalam kasus ini energi listrik yang dipindahkan.
Teknologi ini memungkinkan perangkat seperti sensor kecil, gadget, dan perangkat Internet of Things (IoT) menerima daya langsung dari udara selama berada di dalam area jangkauan medan energi tersebut.
Uji coba awal dilakukan dalam jarak pendek, serta pada perangkat berdaya rendah.
Namun hasilnya menunjukkan bahwa konsep wireless energy transfer ini sudah dapat bekerja di luar lingkungan laboratorium dengan tingkat efisiensi yang signifikan.
Salah satu penelitian bahkan menunjukkan bahwa pada jarak sekitar 18 cm, efisiensi transmisi daya mampu mencapai sekitar 80 persen, suatu capaian penting dalam teknologi nirkabel.
Inovasi ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah cara kita menggunakan energi listrik sehari-hari.
Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini dapat mengurangi ketergantungan pada kabel dan stopkontak, menghilangkan kekacauan kabel di rumah dan kantor, serta mengurangi limbah elektronik dari adaptor yang rusak atau perangkat yang cepat usang.
Selain itu, teknologi pengiriman listrik nirkabel membuka peluang baru dalam desain smart city dan rumah pintar.
Misalnya, lampu jalan, kamera pemantau, sensor lingkungan, hingga alat kesehatan bisa terus menerima aliran listrik tanpa soket sambungan, cukup berada di dalam zone energi udara yang tercipta.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa teknologi ini masih berada pada tahap awal pengembangan.
Beberapa tantangan besar belum teratasi, termasuk keamanan bagi manusia dan hewan, aturan elektromagnetik, serta kemampuan mentransfer energi dalam jarak yang lebih jauh atau daya yang lebih tinggi.
Sebelum dapat diadopsi secara luas, masih diperlukan riset tambahan untuk menjamin teknologi ini aman dan praktis dalam penggunaan publik.
Meskipun demikian, langkah yang dicapai Finlandia menjadi tanda bahwa energi nirkabel bukan lagi sekadar gagasan fiksi ilmiah.
Apa yang dulunya hanya ada dalam film dan imajinasi kini mulai menjadi kenyataan, sebuah masa depan di mana listrik bisa “melayang” bebas dan memberi daya pada perangkat tanpa kabel.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama