Jika sebelumnya hanya melibatkan para kader posyandu saja, sekarang banyak pihak yang digandeng.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Bambang Priyo Utomo.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat posyandu akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, hingga TNI-Polri.
Keterlibatan berbagai unsur ke dalam pelayanan posyandu tersebut, lanjut Bambang, melalui pembentukan revitalisasi tim perwakilan kelompok kerja operasional (pokjanal).
‘’Dengan terbentuknya tim ini, fungsi dan kinerja posyandu meningkat. Istilahnya menjadi Posyandu Prima,’’ tegasnya.
Dia optimistis Posyandu Prima berjalan optimal seiring kampanye peningkatan kesehatan di segala lini dan sector. Selain menurunkan angka stunting, kata dia, Posyandu Prima berpotensi menjadikan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan angka kematian anak balita (AKABA) menurun.
Lebih lanjut, mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu mengatakan, sampai saat ini Pemkab Tuban memiliki 1.389 posyandu di bawah komando 33 puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar pada 20 kecamatan. Jumlah kadernya 6.657 orang.
‘’Ribuan kader ini sudah dilatih dan memiliki kompetensi dalam memberikan layanan kesehatan pada masyarakat,’’ ujarnya.
Perlu diketahui, hingga pertengahan 2023 angka stunting di Kabupaten Tuban diperkirakan lebih dari 20 persen.
Pada akhir tahun mendatang, ditargetkan menjadi 17 persen. Sementara pada tahun depan atau 2024, angka stunting diproyeksikan turun menjadi 14 persen. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie