Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cara Menyikat Gigi yang Benar, Berbulu Sikat Lembut, Tenaganya Diatur

Dwi Setiyawan • Jumat, 15 September 2023 | 15:15 WIB
Arsip foto - Siswa menyikat giginya saat mengikuti kegiatan edukasi kesehatan gigi di TKIT Al Fatah, Depok, Jawa Barat , Jumat (3/2/2023). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp)
Arsip foto - Siswa menyikat giginya saat mengikuti kegiatan edukasi kesehatan gigi di TKIT Al Fatah, Depok, Jawa Barat , Jumat (3/2/2023). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp)

RADARTUBAN.COM-Bagaimana cara menyikat gigi yang benar? Tentu tidak boleh sembarangan memilih sikat gigi dan asal menyikat.

Kalau asal, alih-alih Anda mendapat gigi yang sehat dan kuat. Bisa-bisa gusi menjadi turun dan email gigi terkikis.

‘’Harus benar. Kebanyakan dari masyarakat kalau gosok gigi memilih sikat gigi kadang salah, bulunya kadang terlalu keras," ujar Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Prof. drg .Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Suryono dalam konferensi pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang digelar daring kepada ANTARA.

Dia mengatakan, selain pemilihan bulu sikat, tekanan saat menyikat juga perlu diperhatikan.

Suryono menerangkan, menyikat gigi dengan tekanan sangat kuat dapat mengakibatkan gusi turun dan email gigi terkikis.

‘’Jadi, paling tidak, bulu sikatnya lembut atau sedang. Lalu tenaganya diatur,’’ kata dia.

Suryono berpendapat, asal dilakukan dengan benar, menyikat gigi tanpa tekanan keras pasti akan mampu membersihkan plak atau kotoran yang menempel pada permukaan gigi.

Sekali menyikat, terang dia, tak harus mencapai seluruh bagian gigi dalam.

‘’Mungkin dua gigi, dua gigi. Lamanya tergantung susunan gigi geligi. Bagi yang susunan gigi geliginya tidak rapi ya tentu lebih butuh waktu lama. Kalau yang rapi mungkin lebih cepat,’’ tutur Suryono.

Bolehkah seseorang menyikat gigi lebih dari dua kali sehari?

Menurut Suryono, asal caranya benar, diperbolehkan.

Dia termasuk yang lebih dari dua kali sehari menyikat gigi. Selain setelah bangun tidur dan sebelum tidur, Suryono juga menyikat gigi usai makan siang.

Karena itu, dia selalu membawa sikat gigi di kantong setiap bepergian.

"Saya setiap bepergian selalu bawa sikat gigi di kantong. Ini memang jadi kebiasaan yang harus masyarakat lakukan. Orang Jepang sehabis makan siang gosok gigi. Kalau di tempat kita, edukasinya sehari dua kali," ujarnya.

Merujuk kajian yang pernah dilakukannya di salah satu pondok pesantren terkait kebiasaan menyikat gigi, Suryono menemukan indeks radang gusi turun.

Itu ditemukan pada mereka yang rutin menyikat gigi sebelum wudhu atau sholat (lima kali sehari) dibandingkan partisipan yang menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#menyikat gigi #BKGN #kesehatan #gosok gigi