Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Suara Musik Angklung Sembuhkan Pasien Demensia, Kearifan Lokal yang Mendunia

Dwi Setiyawan • Jumat, 22 September 2023 | 16:31 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - Suara musik angklung memiliki kemampuan menerapi pasien demensia.

Pengaruh musik angklung bagi penyembuhan penyakit penurunan memori otak tersebut dikupas pada lokakarya yang digelar Institusi kesehatan terbesar Qatar, Hamad Medical Corporations (HMC) menggandeng Alzheimer Indonesia (ALZI) Chapter Qatar, Indonesian Ladies Angklung (ILA), dan KBRI Doha pada Kamis (21/9). 

"Hari ini kita tahu, nenek moyang kita menciptakan angklung tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga dapat menjadi alat terapi bagi mereka yang memerlukan," kata Dubes RI untuk Qatar Ridwan Hassan melalui keterangan tertulisnya, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Ridwan memberikan apresiasi kepada HMC yang telah menggandeng komunitas Indonesia melalui ALZI dan ILA dalam memperkenalkan angklung sebagai alat terapi demensia.

Ketua ALZI Qatar, Kennia Lestariyani Sulis menerangkan, sudah cukup lama musik diakui sebagai alat terapi bagi mereka yang mengidap demensia.

Menurut dia, angklung dan gamelan adalah dua jenis alat musik yang secara medis memberikan efek positif bagi penanganan pasien demensia.

"Keyakinan ini juga yang membuat Hamad Medical Corporations berinisiatif menggandeng komunitas Indonesia di Qatar melalui ALZI Qatar dan Indonesian Ladies Angklung (ILA) untuk memperkenalkan musik angklung sebagai alat terapi bagi pasien dengan gejala demensia," kata Kennia Lestariyani Sulis.

Konsultan Geriatrician di HMC Maryam Yousef Al Obaidli menyampaikan, lokakarya tersebut membantu mengurangi stigma terhadap mereka yang memiliki demensia. 

Sekaligus mendidik masyarakat untuk lebih mengerti gejala dan resiko demensia.

Lokakarya tersebut dihadiri anggota Enaya dan DAAM Specialized Care Centers yang sebagian besar merupakan pasien demensia usia lanjut.

Demensia yang lebih dikenal dengan sebutan pikun masih dianggap wajar oleh sebagian orang.

Padahal, penyakit tersebut tidak hanya akan memengaruhi kualitas hidup pengidapnya, namun juga berdampak serius secara sosial dan finansial.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#dimensia #angklung