Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tips Atasi Saraf Terjepit dengan Fisioterapi

Dwi Setiyawan • Jumat, 6 Oktober 2023 | 17:50 WIB
Ilustrasi. Fisioterapi yang dilakukan oleh ahli
Ilustrasi. Fisioterapi yang dilakukan oleh ahli

RADARTUBAN-Akademisi fisioterapi Siti Ainun Ma'rufa memberikan tips terapi mengatasi saraf terjepit atau sering dikenal dengan kecetit.

Terapi tersebut sangat sederhana, hanya dengan latihan stretching (peregangan) dan strengthening (penguatan).


‘’Dengan terapi tersebut, keluhan nyeri penderita saraf terjepit bisa diminimalisir,’’ kata Siti Ainun, sebagaimana dikutip dari Antara.


Dia menerangkan, gerakan tersebut meliputi knee to chest stretching (peregangan lutut ke dada), glutes bridging, pelvic tilting (memiringkan panggul), leg raise (mengangkat kaki), dan lainnya.

‘’Kompres air dingin dan hangat juga bisa diberikan pada area nyeri," ujarnya.


Siti Ainun mengungkapkan, dalam beberapa kasus, penderita saraf terjepit harus menjalani rangkaian pemeriksaan penunjang sebelum mendapatkan diagnosis.
Terapi farmakologi juga biasa diberikan pada pasien untuk mengurangi gejala nyeri.

"Akan tetapi, pada kondisi yang lebih parah, ditemukan penjepitan saraf, karena hernia nucleus pulposus atau spondilolistesis yang menyebabkan kondisi tulang belakang bergeser dari posisi normal. Maka, tindakan operasi akan diberikan pada kasus ini," kata dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur itu.


Saraf terjepit merupakan tekanan pada saraf oleh jaringan-jaringan sekitar, misalnya oleh otot, tulang atau ligamen. Hal ini umum terjadi pada persarafan tulang belakang.
Efeknya bisa didapati nyeri menjalar di leher, lengan, pinggang, kaki, dan beberapa tempat lainnya.

Penyebab saraf terjepit, kata Siti Ainun, salah satunya karena pertambahan usia yang membuat kelenturan tulang belakang berkurang.


Menurut dia, seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang juga bisa menipis.
Hal ini berisiko menyebabkan gesekan antar-tulang hingga menjepit saraf.

Penyebab lain, lanjut Siti Ainun, karena trauma seperti kecelakaan, cedera olahraga, dan terjatuh.


Juga karena kondisi obesitas, postur tubuh yang tidak tepat ketika beraktivitas dan melakukan gerakan secara terus-menerus.

Siti Ainun menyebut gejala yang sering dirasakan penderita saraf terjepit adalah nyeri menjalar.


Tidak jarang diiringi dengan kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, hingga lemahnya otot di bagian tubuh yang mengalami saraf terjepit.

"Kondisi saraf terjepit bisa terjadi berulang. Karenanya, menjaga gaya hidup sehat mutlak harus dilakukan. Sangat dianjurkan pada penderita untuk membiasakan duduk dan berdiri dengan postur yang baik, melakukan pola hidup sehat untuk menjaga berat badan ideal, serta olahraga dengan teratur," kata dia.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#saraf terjepit #tips #Siti Ainun Marufa #fisioterapi