Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Awas Obat Tradisional dengan Efek Cespleng! BBPOM: Sangat Mungkin Berbahan Kimia Obat

Dwi Setiyawan • Rabu, 25 Oktober 2023 | 14:46 WIB
Seorang penyuluh berinteraksi dengan peserta kegiatan edukasi masyarakat terkait bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO) oleh BBPOM. (ANTARA)
Seorang penyuluh berinteraksi dengan peserta kegiatan edukasi masyarakat terkait bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO) oleh BBPOM. (ANTARA)

RADARTUBAN-Jangan tergiur dengan obat tradisional dengan efek instan menyembuhkan! Sangat mungkin obat tradisional tersebut berbahan kimia obat (BKO) yang berisiko bagi kesehatan.

Dilansir dari Antara, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengeluarkan warning kepada masyarakat terkait kewaspadaan mengonsumsi obat tradisional semacam itu. 

 

“Atas maraknya peredaran obat tradisional berbahan kimia obat, maka perlu ditingkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahayanya bagi kesehatan,” kata Ketua Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti, Selasa (24/10).

Evi mengatakan, dalam pembuatan obat tradisional mengandung BKO biasanya ditambahkan bahan kimia obat dengan tujuan memperkuat indikasi dari obat tradisional tersebut. “Obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia obat,” tegasnya. 

Dia mengungkapkan, penambahan BKO pada obat tradisional yang tidak terkontrol, baik di aspek dosis maupun cara penggunaannya, berisiko kesehatan. Mulai naiknya tekanan darah, gangguan ginjal, stroke, bahkan serangan jantung dan kematian.

Bahan kimia obat yang kerap dicampurkan pada obat tradisional, antara lain, sildenafil sitrat dengan klaim dapat meningkatkan stamina pria; deksametason, parasetamol, dan fennilbutazon untuk meredakan pegal linu atau rematik, sibutramine HCI dengan klaim pelangsing, dan teofilin dengan klaim meredakan asma.

Karena itu, Evi meminta masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih dan mengonsumsi obat tradisional yang aman dan bermutu, serta tidak tergiur dengan efek instan.

Dia juga mengajak masyarakat menerapkan CEK KLIK (cek kemasan, lLbel, izin edar dan kedaluwarsa) saat membeli obat.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat mengoptimalkan edukasi bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia obat kepada masyarakat, serta mendorong kesadaran masyarakat dalam memilih obat tradisional yang aman, bermutu, dan bermanfaat,” ujar Evi.

 

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pernah menyampaikan temuan 1.094 produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia obat.

 

Menurut hasil pengawasan BPOM pada 2021, sebanyak 64 produk (0,65 persen) dari total 9.915 produk obat tradisional yang diambil sampelnya dan diuji mengandung BKO.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#bbpom #CEK KLIK #BPOM #berbahan kimia obat #obat tradisional