Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Waspadai Berat Badan Naik atau Turun Drastis! Dokter Mengingatkan

Dwi Setiyawan • Minggu, 5 November 2023 | 16:28 WIB
Ilustrasi. Waspadai berat badan naik dan turun drastis
Ilustrasi. Waspadai berat badan naik dan turun drastis

RADARTUBAN-Kalau berat badan Anda naik atau turun drastis tanpa direncanakan, sangat mungkin itu tanda gangguan kesehatan.

Peringatan tersebut disampaikan dokter spesialis gizi klinik Wina Sinaga. "Perubahan berat badan secara drastis merupakan tanda bahaya dan perlu dicari tahu apa penyakitnya," kata dia dikutip dari Antara. 

Dia mencontohkan orang-orang dengan status metabolisme sangat tinggi yang terkena penyakit. Berat badan mereka bisa turun drastis 5-10 persen dari berat badan awal. Kalau berat badan awal 80 kilogram, tiga bulan terakhir turun delapan kilogram. 

Penyakit penyerta apa yang perlu diwaspadai? Wina menyebut infeksi, kanker, atau penyakit autoimun. ‘’Ini bisa saja jadi penurunan berat badan drastis yang tidak direncanakan," kata konsultan RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta itu. 

Hal yang sama juga berlaku bagi orang-orang yang mengalami pertambahan berat badan secara drastis tanpa direncanakan. Salah satunya akibat gaya hidup.

Wina menuturkan gaya hidup dimaksud adalah jarang berolahraga, menjalani posisi-posisi statis seperti duduk di depan komputer atau menonton televisi sembari mengonsumsi camilan, makanan tinggi kalori, dan tinggi gula.

"Bisa menimbulkan obesitas, kemudian bisa menimbulkan penyakit diabetes dan hipertensi," ujarnya.

 

Wina juga mengingatkan peningkatan secara drastis harus diwaspadai meski belum ada keluhan dan belum ada gejala. Karena itu, dia menyarankan setiap individu untuk selalu menimbang berat badan dan cek gizi untuk menghindari risiko-risiko tersebut minimal satu bulan sekali.

 

Khusus untuk orang-orang yang dalam pengobatan tertentu dapat dipantau, bahkan seminggu sekali atau dua minggu sekali.

 

"Karena perubahan berat badan tersebut akan berperan cukup besar terhadap keadaan penyakit dalam terapi ataupun dalam pemantauan perkembangan," ucapnya.

 

Untuk menjaga perubahan berat badan dengan sehat masyarakat dapat rutin melakukan olahraga fisik, seperti latihan kekuatan otot seperti push up, angkat beban, dan pull up, tidak melewatkan sarapan pagi, mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, serat, dan protein hingga memperbanyak minum air putih, dan menghindari tekanan stres.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#gizi #obesitas #berat badan #metabolisme