RADARTUBAN-Menatap telepon seluler maupun layar komputer dan laptop berjam-jam dapat memengaruhi kesehatan mata. Itu karena fokus menatap objek yang sama secara terus-menerus dan dalam jarak yang relatif dekat dapat berpengaruh buruk pada otot-otot mata.
Profesor Chris Lohmann dari Universitas Teknik München, Jerman mengatakan, rutinitas mengasyikkan yang kerap tanpa disadari tersebut meningkatkan risiko berkurangnya ketajaman penglihatan jarak jauh.
"Biasanya, kita mengedipkan mata setiap 10 detik. Tapi jika menatap layar, kita hanya kedip setiap 30 atau 40 detik," ujar Profesor Chris Lohmann dikutip dari kemkes.go.id.
Dia menerangkan, berkurangnya refleks berkedip membuat mata lelah. Lapisan air mata terkoyak dan mata mulai terasa gatal atau kering. Kondisi ini bisa menyebabkan mata kehilangan kemampuan untuk berfokus.
Berikut tips yang diberikan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemkes untuk menjaga kesehatan mata.
1. Jaga jarak pandang
Pada saat menggunakan gawai, pastikan kamu tetap menjaga jarak pandang yang aman, yakni sekitar 40–50 centimeter dari layar. Dengan menjauhkan mata dari layar gawai, maka paparan cahaya yang diterima mata dari layar gawai dapat berkurang.
2. Kurangi kecerahan layar
Mengurangi tingkat kecerahan layar pada gawai yang sedang digunakan dapat membantu mata agar tidak cepat lelah akibat paparan cahaya dari layar gawai atau ponsel pintar.
3. Melakukan rule 20 : 20 : 20. Metode ini mengalihkan pandangan setelah menatap layar selama 20 menit, sejauh 20 kaki atau 6 m, alihkan pandangan selama 20 detik.
4. Relaksasi mata
Untuk mengurangi beban kerja mata, kamu juga dapat melakukan relaksasi mata dengan cara menggosok-gosok kedua tangan. Lalu meletakkan hangatnya tangan di atas kelopak mata yang dipejam atau dengan memijat pelan kedua pelipis.
5. Harus bisa membatasi waktu
Jadi meski sudah melakukan hal-hal di atas, tetapi jika kamu bermain gawai cukup lama, maka hal itu juga sama saja tidak ada artinya. Karena itu, durasi penggunaan gawai dapat dibatasi maksimal selama 2 jam, kemudian istirahat selama 10 menit sampai 15 menit.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri