Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dokter Menyarankan Tidak Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks Bersamaan. Apa Akibatnya? Ini Penjelasannya

Dwi Setiyawan • Rabu, 15 November 2023 | 21:29 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN-Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks secara bersamaan! Dokter spesialis penyakit dalam, M. Ikhsan Mokoagow menyatakan perilaku tersebut tidak sehat dan berpotensi memicu diabetes.


"Karbohidrat kompleks tetap harus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan kita, entah dalam bentuk nasi, singkong, jagung, mie, bihun, dan lainnya. Yang tidak boleh adalah memakan bahan-bahan tersebut secara bersamaan," ujar Ikhsan, dikutip dari Antara.


Dia mengingatkan pentingnya menghitung asupan karbohidrat yang dikonsumsi penderita diabetes setiap harinya. Itu karena asupan karbohidrat yang berlebihan meningkatkan kadar gula darah.


Karena itu, dia meluruskan pendapat keliru di masyarakat yang seringkali menganggap sumber karbohidrat lebih baik untuk konsumsi dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, misalnya nasi merah lebih baik daripada nasi putih, karena bukan jenis sumber karbohidrat yang perlu diperhatikan, tapi berapa banyak asupannya.

Selain jumlah asupan, doker subspesialis endokrinologi metabolik dan diabetes tersebut menyebut bahwa indeks glikemik suatu makanan, yaitu indikator seberapa cepat suatu karbohidrat dapat diserap oleh tubuh, juga perlu diperhatikan.


"Semakin tinggi indeks glikemiknya, maka semakin cepat menaikkan kadar gula darah. Nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih, sehingga mengonsumsinya akan menaikkan gula darah secara lebih lambat. Dan karena ia juga mengandung banyak serat, maka kenyangnya lebih lama,” ujar Ikhsan.


Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu juga meminta pasien diabetes untuk memperhatikan jadwal makan agar tidak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dalam waktu yang berdekatan.


Ikhsan mencontohkan menikmati singkong setelah memakan nasi. Karena itu, ia menganjurkan singkong tersebut dinikmati dalam bentuk makanan ringan beberapa waktu setelah memakan nasi.


Ikhsan juga menyarankan penderita diabetes untuk menghindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat sederhana seperti air gula, sirup, dan karamel karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Dia juga meluruskan anggapan penderita diabetes harus banyak mengonsumsi makanan atau minuman pahit. ‘’Itu tidak benar karena hal tersebut tidak serta-merta menurunkan kadar gua darah,’’ ujarnya.


Menurut dia, diabetesi adalah kondisi kesulitan mengendalikan kadar gula darahnya. Bukan berarti mengonsumsi sesuatu yang pahit lalu langsung turun. ‘’Walau tidak makan selama delapan atau 10 jam, belum tentu gula darahnya turun," katanya.


Menurut alumnus Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia itu, makanan yang paling baik dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah menu makanan yang seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, buah, sayur, serat, vitamin, dan mineral dalam porsi yang seimbang.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#diabetes #Papdi #gula darah #karbohidrat kompleks #karbohidrat