RADARTUBAN-Cabai hampir digunakan sebagai bumbu pelengkap setiap masakan. Rasa pedasnya yang khas menjadikan cabai tak bisa ditinggalkan. Bahkan, dianggap kurang lebih tanpa kehadirannya.
Berbagai jenis cabai yang umum dipakai pelengkap masakan di tanah air, yakni cabai rawit, cabai hijau, cabai merah, cabai kuning, dan jalapeno. Selain jenis tersebut, di Asia ada cayenne pepper, salah satu jenis cabai yang masuk kategori terpedas di dunia.
Cabai mengandung beragam senyawa yang berperan sebagai antioksidan, seperti capsaicin, karotenoid, violaxanthin, dan lutein. Selain itu juga mengandung beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, dan kalium.
Dilansir dari alodokter.com, berikut manfaat cabai untuk kesehatan:
1. Mengatasi hidung tersumbat
Salah satu manfaat cabai yang bisa langsung dirasakan adalah melegakan hidung tersumbat. Karena sensasi pedasnya, konsumsi masakan yang mengandung capsaicin, bisa meredakan pembengkakan dalam saluran napas dan mengencerkan lendir, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
2. Meredakan nyeri
Selain meredakan hidung tersumbat, senyawa capsaicin di dalam cabai juga bermanfaat sebagai pereda rasa sakit, sehingga kerap digunakan sebagai bahan di dalam salep atau krim pereda nyeri otot dan sendi.
Anda mungkin akan merasakan sensasi panas saat mengoleskan salep atau krim yang mengandung capsaicin, tetapi nyeri otot dan sendi yang Anda rasakan pun bisa menjadi berkurang.
3. Meningkatkan imunitas tubuh
Cabai memiliki kandungan vitamin C yang melimpah, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Kandungan vitamin C yang terdapat pada cabai ini bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terkena infeksi atau penyakit tertentu.
4. Menurunkan berat badan
Konsumsi cabai secukupnya juga dapat menurunkan berat badan. Hal ini karena kandungan capsaicin pada cabai mampu mengurangi nafsu makan, bahkan meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh.
5. Melawan radikal bebas
Kandungan capsaicin dan vitamin C di dalam cabai juga memiliki efek antioksidan dan antiradang dalam tubuh. Efek ini mampu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas berlebih, yang dapat memicu penyakit kronis seperti penyakit jantung.
6. Mencegah penyakit kanker
Capsaicin pada cabai, karotenoid pada cabai merah, dan violaxanthin pada cabai kuning juga diketahui dapat melawan sel kanker karena bersifat antioksidan.
Dalam sebuah penelitian, kandungan antioksidan pada cabai mampu membunuh beberapa sel kanker, termasuk kanker usus besar, hati, paru-paru, dan pankreas. Namun, manfaat cabai dalam mengobati kanker dan keamanannya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi cabai tetap perlu berhati-hati. Terutama bagi penderita sindrom iritasi usus besar. Penderita penyakit tersebut yang mengonsumsi cabai bisa menyebabkan sakit perut dan diare.
Untuk mengurangi risiko dari konsumsi cabai, Anda disarankan untuk membatasi asupan cabai maksimal setengah cangkir per hari. Bagi Anda yang merasa kepedasan setelah mengonsumsi makanan yang mengandung cabai, minumlah susu atau konsumsilah makanan bertepung, seperti roti, untuk meredakan rasa pedas.(ds)