Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penampilan Terganggu dengan Selulit? Cara Ini Disarankan Praktisi Kesehatan

Dwi Setiyawan • Rabu, 29 November 2023 | 15:30 WIB
Kemunculkan selulit bisa disamarkan dengan beragam cara, mulai secara alami hingga perawatan medis.
Kemunculkan selulit bisa disamarkan dengan beragam cara, mulai secara alami hingga perawatan medis.

RADARTUBAN-Selulit sering mengganggu penampilan. Penyebabnya beragam dan sulit dicegah.

Meski sulit dicegah, kemunculkan selulit bisa disamarkan dengan beragam cara, mulai secara alami hingga perawatan medis.

Praktisi kesehatan di laman alodokter menjelaskan, selulit adalah guratan menyerupai kulit jeruk yang umumnya terlihat pada paha, lengan, pinggul, bokong, dan perut.

Pada kondisi yang lebih parah, selulit bisa membuat kulit tampak bergelombang.

Namun, selulit yang ringan hanya akan tampak jika kulit dicubit atau ditarik.

Selulit disebabkan oleh tumpukan lemak di antara jaringan ikat yang menyambungkan kulit dengan lapisan otot di bawahnya.

Tumpukan lemak ini mendorong kulit ke atas, sementara jaringan ikat terus menahannya.

Kondisi inilah yang menyebabkan permukaan kulit tampak bergelombang dan tidak rata.

Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko mengalami selulit:
1. Jenis kelamin
Walau bisa dialami oleh siapa saja, wanita lebih berisiko mengalami selulit dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh struktur jaringan ikat wanita yang lebih mudah terisi dan diregangkan oleh lemak.

2. Hormon
Hormon juga merupakan salah satu penyebab selulit. Hormon estrogen, insulin, tiroid, prolaktin, dan noradrenalin adalah hormon yang berperan dalam terbentuknya selulit.

Pada wanita, hormon estrogen memiliki peran dalam mengatur penyimpanan lemak tubuh yang dibutuhkan selama masa kehamilan dan persalinan.

Ini menyebabkan lemak secara alami menumpuk di payudara, paha, dan bokong.
Risiko seorang wanita mengalami selulit umumnya meningkat saat hormon estrogen sedang tinggi, misalnya saat hamil, menyusui, dan mengonsumsi pil KB dalam waktu yang lama.

Sementara itu, pada pria, hormon testosteron adalah hormon yang berperan dalam produksi selulit. Rendahnya hormon testosteron dapat membuat seorang pria lebih berisiko mengalami selulit.

3. Genetik
Faktor genetik juga merupakan salah satu penyebab selulit. Bila anggota keluarga Anda ada yang memiliki selulit, risiko Anda untuk mengalami selulit akan lebih besar.

Hal ini karena genetik dan etnis seseorang menentukan laju metabolisme dan distribusi lemak.

4. Usia
Pertambahan usia juga bisa meningkatkan risiko mengalami selulit. Pasalnya, lapisan kulit akan melemah, menipis, dan lebih mudah meregang seiring bertambahnya usia.

Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan selulit lebih mudah terbentuk dan terlihat.

Selain beberapa penyebab selulit di atas, ada juga beberapa faktor lain yang dapat memperburuk kondisi selulit.

Namun, faktor-faktor ini mungkin bisa dikontrol, antara lain, perubahan berat badan yang drastis, pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, kesehatan kulit yang tidak terjaga, dan minimnya massa otot.

Cara Menghilangkan Selulit
Selulit umumnya bisa disamarkan atau dikurangi, tapi agak sulit untuk dihilangkan sepenuhnya.

Jika Anda termasuk orang yang merasa terganggu dengan kehadiran selulit, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkannya, yakni dengan cara alami dan cara medis;

Pertama, menghilangkan secara alami melalui penurunan berat badan dengan berolahraga dan menerapkan pola makan sehat.

Mengenakan stocking secara teratur, untuk mencegah penumpukan cairan pada selulit yang membuatnya terlihat semakin jelas, melakukan terapi pijat agar peredaran darah lancar dan penumpukan cairan di area selulit berkurang, serta menghentikan atau mengurangi kebiasaan merokok.

Kedua, menghilangkan selulit secara medis adalah menggunakan krim retinol selama kurang lebih 6 bulan untuk menyamarkan selulit. Upaya berikutnya, melakukan cryolipolysis, untuk mengurangi dan mengangkat jaringan lemak di dalam selulit.

Menjalani terapi laser, untuk mencairkan lemak, meningkatkan produksi kolagen, mengencangkan kulit, dan mengurangi timbunan cairan di area selulit.  

Serta menjalani terapi ultrasound untuk mengurangi tumpukan lemak dan mengencangkan kulit. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#kesehatan #kulit #Tumpukan lemak #selulit