Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Khusus Pekerja Kantoran, Praktisi Kesehatan Menyarankan untuk Tetap Aktif Bergerak demi Kebugaran Tubuh

Dwi Setiyawan • Minggu, 7 Januari 2024 | 20:07 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Anda pekerja kantoran yang sibuk? Head of Department Underwriting Sequis, dokter Fridolin Seto Pandu menyarankan untuk tetap banyak bergerak demi menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

"Seringkali sibuk dan pekerjaan dijadikan alasan menunda olahraga. Mulai saja dengan sering bergerak, berjalan kaki, dan naik turun tangga. Saat libur tiba, sebaiknya jadikan olahraga sebagai kegiatan rutin," kata Fridolin dalam keterangan tertulisnya dilansir dari Antara. 

Dia menyarankan melakukan aktivitas fisik, termasuk berolahraga rutin menjadi kebiasaan. Orang-orang bisa mulai beraktivitas dan berolahraga ringan dengan intensitas rendah sekitar 30 menit per hari (150 menit per minggu), lalu meningkatkan aktivitas menjadi intensitas sedang.

"Bagi yang sudah terbiasa olahraga dan kondisi badan dalam keadaan bugar tidak menjadi masalah jika ingin meningkatkan olahraga dengan intensitas berat,” kata Fridolin.

Dia juga mengingatkan untuk memperhatikan kesehatan otot. Menurut Fridolin, 

melakukan latihan kekuatan otot dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes, meningkatkan kepadatan tulang, dan menurunkan lemak tubuh.

Selain aktif bergerak, Fridolin juga mengingatkan agar menerapkan gaya hidup sehat lainnya. Mulai memperhatikan asupan makanan dan minuman agar terhindar dari berbagai penyakit degeneratif, yakni penyakit kronis yang dapat terjadi karena menurunnya fungsi organ atau jaringan.

Dia menerangkan, makanan dapat membantu tubuh mendapatkan energi agar dapat beraktivitas, membantu menjaga imunitas, dan sumber pertumbuhan otak, dan tinggi badan anak. 

Namun, makanan juga dapat menjadi sumber penyakit jika tidak higienis, dikonsumsi berlebihan, dan tidak mengandung nilai gizi esensial bagi tubuh. Terlebih, kalau berlebihan mengonsumsi makanan olahan.

Tak kalah pentingnya, mengelola stres juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat, seperti serangkaian program dengan teknik khusus meditasi, yoga, atau olahraga relaksasi. ‘’Kegiatan itu cukup efektif mengatasi stres,’’ tegasnya.

Stres dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Saat kekebalan tubuh menurun akan mudah terserang penyakit.

"Libatkan anggota keluarga sebagai sistem pendukung agar saat ada tekanan dari luar, tidak sampai mengganggu emosi dan mental serta terhindar dari depresi," ujar Fridolin.

Dia juga menganjurkan masyarakat memeriksa kesehatan rutin guna mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini dan memungkinkan penanganan medis lebih cepat.

Itu karena kesehatan dapat dipengaruhi banyak hal, seperti genetik, usia, riwayat penyakit, dan gaya hidup.

"Itu sebabnya, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan setidaknya setahun sekali atau sesuai saran dokter untuk mendeteksi tanda awal masalah kesehatan," kata Fridolin.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kondisi #pekerja #Gerak #kesehatan #Aktifitas #dokter #otot #sibuk #Kantoran #olahraga