RADARTUBAN-Masuk angin kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi tidak enak badan, pegal-pegal, perut kembung, demam, dan sakit kepala. Apa penyebab masuk angin?
Dikutip dari Alodokter, masuk angin bukan merupakan penyakit, melainkan istilah yang umum dipakai masyarakat untuk menyebut keluhan tidak enak badan secara umum.
Karena itu, nasuk angin bukan merupakan istilah medis dan bukan pula suatu penyakit.
Gangguan kesehatan tersebut dipicu akibat menurunnya daya tahan tubuh, sehingga penderitanya rentan terinfeksi virus maupun bakteri.
Mengapa kondisi ini dikaitkan dengan angin dan hujan? Sampai saat ini belum bisa dijelaskan.
Namun, yang pasti berkurangnya paparan sinar matahari saat musim hujan bisa memicu produksi vitamin D di dalam tubuh menurun.
Vitamin D bersama dengan vitamin C, E, dan A memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Kekurangan vitamin-vitamin tersebut dapat membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga meningkatkan risiko timbulnya penyakit dengan berbagai gejala yang disebut masyarakat sebagai masuk angin.
Berikut beberapa gejala dan kondisi medis yang dikaitkan dengan masuk angin:
1. Infeksi saluran pernapasan atas
Infeksi saluran napas atas (hidung dan tenggorokan) merupakan penyakit yang paling sering dijumpai dengan gejala demam, pilek, dan batuk.
Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri.
Sebagian besar infeksi saluran pernapasan atas memiliki gejala yang ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
2. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan bisa menimbulkan gejala ual, muntah, perut kembung, diare, sendawa, dan sensasi perih atau nyeri ulu hati.
Gejala-gejala tersebut, khususnya kembung juga sering disebut sebagai masuk angin.
Penyebab gangguan pencernaan bermacam-macam, seperti GERD, infeksi virus maupun bakteri, keracunan makanan, alergi atau intoleransi makanan, serta terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, asam, atau berlemak.
3. Demam berdarah dan malaria
Demam berdarah dan malaria bisa menyebabkan gejala demam, nyeri sendi, pegal-pegal, menggigil, dan lemas.
4. Covid-19
Gejala awal COVID-19 juga sering disangka sebagai masuk angin.
Beberapa gejala tersebut di antaranya adalah demam, meriang, lemas, nyeri otot, mual, muntah, dan diare.
5. Penyakit jantung
Penyakit jantung dapat terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup, akibat sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah jantung.
Kondisi ini sering menimbulkan nyeri dada yang disebut masyarakat sebagai angin duduk.
Keluhannya bisa berupa nyeri ulu hati atau nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung, lemas, pusing, sesak napas, hingga pingsan.(ds)