Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali 7 Penyebab Insomnia, Tanda-Tanda, dan Pengobatannya

Dwi Setiyawan • Minggu, 25 Februari 2024 | 17:48 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Anda sulit tidur dalam waktu lama? Atau setelah terbangun sulit kembali tidur? 

Itu merupakan salah satu tanda-tanda insomia.  

Berdasarkan survei World Health Organization (WHO), sebagaimana dirilis honestdocs.id, 27 persen pasien insomnia kebanyakan wanita.  

Itu karena wanita lebih sensitif menghadapi perubahan, sehingga lebih rentan cemas dan depresi. 

Gejala insomnia yang paling umum dan sering dirasakan adalah susah tidur pada malam hari.

Bangun pada malam hari, atau bangun terlalu dini, lalu susah untuk tidur kembali. 

Gejala berikutnya tidak merasa segar setelah tidur, merasa lelah, lesu, letih dan mengantuk pada siang hari, dan mudah marah, depresi, atau uring-uringan sepanjang hari.

Gejala selanjutnya, sulit fokus atau memusatkan perhatian pada tugas-tugas dan sulit untuk mengingat, sakit kepala dan kepala terasa tegang, rasa tertekan di perut dan usus, serta susah tidur siang.

Faktor yang menyebabkan seseorang terkena insomnia:

1. Stres dan cemas 

Terlalu banyak stres dan pikiran serta kekhawatiran dalam hidup seperti stres pekerjaan, stres sekolah, stres kesehatan, stres keluarga dan semacamnya bisa membuat merasa cemas dan kesulitan tidur.  

2. Konsumsi kafein, nikotin dan alkohol 

Mengonsumsi nikotin, kafein dan alkohol pada sore hari dan malam hari tentu dapat membuat kesulitan tidur.

Apalagi bila mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan karena nikotin dapat memengaruhi otak dan alkohol menyebabkan terbangun di tengah tidur. 

3. Makan terlalu banyak sebelum tidur 

Kebiasaan makan terlalu banyak sebelum tidur membuat merasa tidak nyaman saat berbaring.

Kadang merasakan mulas karena naiknya aliran asam dan makanan dari lambung ke kerongkongan setelah makan terlalu banyak.

4. Kondisi medis tertentu 

Bagi pasien penderita sakit kronis sakit kronis (fibromyalgia dan arthritis), kesulitan bernapas (GERD dan heartburn) dan pasien kencing manis dan nokturia yang sering buang air kecil, menyebabkan pasien sulit untuk tertidur. 

5. Pengaruh obat-obatan tertentu 

Terdapat beberapa jenis obat yang memiliki efek antingantuk seperti obat antidepresan, corticosteroid, atau obat-obatan hipertensi dan lainnya. 

6. Keadaan khusus 

Keadaan khusus dimaksud adalah keadaan yang membuat tubuh cukup kaget dan harus beradaptasi kembali untuk membuat tubuh terbiasa untuk tidur seperti jet lag.

Keadaan ini biasa dialami seseorang yang suka travelling yang cukup jauh, sering berubah-ubah jam kerjanya, kebiasaan waktu tidur yang tidak teratur, dan lingkungan tidur yang tidak kondusif seperti bermain handphone, sambil menonton televisi, makan sebelum tidur, atau melakukan pekerjaan di tempat tidur.

Insomia yang parah dan tak kunjung membaik dapat memicu penyakit serius seperti kerusakan pada otak karena ensefalitis, Alzheimer, dan stroke. 

Mengapa kurang lebih berpengaruh buruk bagi kesehatan? Itu karena tidur adalah waktu tubuh untuk me-recharge seluruh sel. 

Psikoterapi gangguan tidur dapat dilakukan dengan terapi kontrol stimulus, teknik relaksasi, restriksi tidur, matikan lampu kamar, latihan relaksasi, berdoa, dan meditasi.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#insomnia #gejala #gangguan tidur #susah tidur