RADARTUBAN- Di balik anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya untuk melaksanakan sholat dhuha minimal dua rakaat setiap pagi memiliki manfaat yang besar bagi penyembuhan penyakit tertentu.
Rasulullah SAW bersabda: “Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan salat dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim nomor 720).
Penyakit apa yang bisa disembuhkan dari sholat dhuha? Akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta menyatakan salat dhuha merupakan salah satu upaya pencegahan dan pengontrolan penyakit hipertensi.
Diterangkan, tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan sebuah kondisi saat nilai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
Dari sisi medis diketahui terdapat variasi diurnal pada tekanan darah yang cenderung meningkat dengan cepat saat bangun pagi, mencapai kondisi plateu.
Kemudian sedikit turun di sore hari, dan naik kembali pada awal malam.
Kenaikan tekanan darah di pagi hari berkorelasi dengan perubahan aktivitas fisik.
Sebuah penelitian pada lansia menunjukkan bahwa salat dhuha memiliki potensi yang signifikan meningkatkan parameter hemodinamik.
Hasilnya, terdapat pengaruh terapi salat dhuha dengan penurunan tekanan darah pada lansia wanita yang mengalami hipertensi.
Ketika melakukan salat dhuha dengan hati yang ikhlas, maka emosional positif akan muncul yang dapat memengaruhi fisiologis tekanan darah.
Kondisi ini karena rasa rileks muncul dan teraktivasinya sistem saraf parasimpatis dari gelombang otak alfa.
Tubuh yang rileks akan menstimulasi produksi hormon endorfin yang dapat menurunkan neurotransmitter katekolamin yang berefek pada penurunan denyut jantung dan tekanan darah.
Peningkatan sirkulasi darah juga terjadi saat melakukan salat. Perubahan postur tubuh yang berulang dan bacaan salat ini diyakini dapat menyebabkan sirkulasi darah ke wajah dan lidah meningkat akibat respon dari aktivitas sensorik dan motorik.
Otot dan persendian yang terlibat dalam aktivitas salat juga berefek pada aliran darah dan refleks postural.
Semakin banyak rakaat salat dhuha yang dilakukan, maka perubahan hemodinamiknya akan semakin baik. (ds)
Editor : Amin Fauzie