Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ini 7 Mitos Puasa yang Telanjur Dipercayai Sebagian Orang

Dwi Setiyawan • Selasa, 26 Maret 2024 | 13:30 WIB

Ilustrasi olahraga
Ilustrasi olahraga


RADARTUBAN-Dari sisi medis, puasa Ramadhan tidak semata-mata menunaikan ibadah saja.

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa puasa terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

Karena itu, puasa dijadikan salah satu metode diet yang disebut puasa intermiten.

Di balik besarnya manfaat puasa, sebagian orang masih beranggapan salah tentang dampak buruk berpuasa.

Mereka memercayai mitos tersebut. Apa saja itu? Ahli kesehatan di laman alodokter.com merangkum mitos puasa yang menyesatkan:

1. Puasa mengganggu proses metabolisme tubuh

Mitos ini mengasumsikan jika makan dengan frekuensi sering bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan anggapan tersebut, puasa dinilai mengaktifkan mode kelaparan dan membuat proses metabolisme tubuh jadi lebih lambat.

Kenyataannya, menjalani puasa dalam rentang waktu yang tepat dan tidak berlebihan justru bisa meningkatkan metabolisme.

Peningkatan metabolisme bermanfaat meningkatkan pembakaran kalori dan lemak. Dengan begitu, bisa terjadi penurunan berat badan.

2. Olahraga saat puasa membuat tubuh jadi lemas

Asumsi ini tanpa dasar dan ditunjang dengan bukti ilmiah. Selama dilakukan dengan cara yang tepat, olahraga saat puasa justru membuat tubuh lebih bugar dan fit.

Bahkan, bisa membantu mengontrol berat badan.

Supaya tidak kelelahan dan mudah haus, pilihlah jenis olahraga dengan intensitas rendah, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau yoga. Tentu, jangan dilakukan secara berlebihan!

3. Puasa memicu stres dan susah fokus

Tidak adanya asupan karbohidrat selama seharian berpuasa, diasumsikan dapat meningkatkan kadar hormon stres, yaitu kortisol, dan membuat susah fokus.

Faktanya, puasa justru menjaga kadar kortisol tetap normal, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan menjaga tekanan darah stabil.

Jika dilakukan dengan cara yang tepat, puasa juga diketahui bisa menjaga kesehatan otak dan sistem saraf, hingga meningkatkan konsentrasi.

4. Puasa saat menyusui dapat mengganggu pertumbuhan bayi

Tidak ada salahnya kalau ibu yang menyusui menjalankan ibadah puasa. Tentu, dengan catatan mereka dalam kondisi sehat.

Jumlah ASI yang diproduksi juga tidak akan berkurang.

Itu karena selama puasa, tubuh masih bisa menggunakan cadangan lemak untuk memproduksi ASI.

ASI yang diproduksi selama puasa juga tidak berkurang nilai gizinya, sehingga pertumbuhan bayi tidak akan terganggu.

Jika ibu menyusui memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter, agar puasa yang akan dijalani tetap aman bagi bayi maupun yang bersangkutan.

5. Puasa bikin makan berlebihan

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa sebagian besar orang yang berpuasa justru memiliki jumlah asupan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

Jadi, anggapan bahwa puasa memicu makan jadi berlebihan, sangat tergantung pada masing-masing individu.

Supaya tidak makan berlebihan saat berbuka puasa, biasakan untuk makan sesuai dengan porsi dan selalu memulai buka puasadengan minum air putih.

6. Sahur boleh dilewatkan

Anggapan ini juga salah. Faktanya, sahur penting sebagai bekal menjalankan puasa selama seharian penuh.

Pilihlah menu sahur yang mengandung gizi seimbang, termasuk protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.

7. Puasa memengaruhi kesuburan

Jika dilakukan secara benar, puasa justru bisa membantu memperbaiki fungsi berbagai organ dan sistem tubuh dan tidak berkaitan secara langsung dengan kesuburan. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#ramadhan #mitos puasa #kesehatan