RADARTUBAN-Makanan bersantan seperti kolak, rendang, dan opor ayam, termasuk dalam menu favorit buka puasa Ramadhan.
Berhati-hatilah, di balik rasa gurih dan nikmatnya makanan bersantan tersebut!
Berikut beberapa bahaya makanan bersantan yang diulas ahli kesehatan di laman doktersehat.com:
1. Menaikan Kadar Kolesterol
Santan yang digunakan sebagai bahan makanan umumnya dipanaskan sampai mendidih. Proses pemanasan inilah yang mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh; yang akhirnya menyebabkan kolesterol tinggi.
2. Memicu Perut Begah dan Kembung
Dalam 15 sendok makan santan mengandung sekitar 2,5 kali lipat dari kebutuhan lemak harian tubuh.
Mengonsumsinya secara berlebihan berpotensi meningkatkan produksi gas dan membuat perut kembung.
3. Metabolisme Tubuh Menjadi Lambat
Mengonsumsi santan berlebihan saat berbuka puasa berpotensi menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lebih berat.
Hal ini mengakibatkan penyerapan gizi menjadi lambat.
4. Maag Bisa Menjadi Parah
Dengan kondisi lambung yang kosong setelah 13 jam berpuasa, pengidap maag sebaiknya menghindari makanan bersantan karena dapat memicu naiknya asam lambung.
Hindari makanan bersantan kental yang sulit dicerna lambung seperti kolak pisang atau opor ayam.
5. Berisiko Menaikan Kadar Gula Darah
Meski tidak menambahkan pemanis pada hidangan bersantan, makanan bersantan tetap berisiko bagi kesehatan.
Indeks glikemik santan adalah 42, sehingga tergolong sedang dan bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah jika tidak dibatasi konsumsinya.
6. Meningkatkan Asupan Kalori
Lemak memiliki kandungan energi cukup tinggi yaitu 9 kkal. Saat baru berbuka, nafsu makan tentu masih sangat besar.
Hal ini meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan yang gurih seperti santan dalam jumlah banyak.
Jika hal ini berlangsung terus- menerus, tentu asupan kalori tubuh menjadi berlebih dan berisiko menyebabkan tubuh mengalami obesitas.
Apalagi jika mengonsumsi santan yang dipanaskan berulang kali atau disajikan dengan makanan tinggi lemak lainnya.
Meski tidak dianjurkan dikonsumsi untuk buka puasa, bukan berarti makanan bersantan tidak memiliki kandungan gizi. Mengonsumsi masakan bersantan yang disajikan dengan cara yang sehat akan memberikan manfaat.
Berikut hal yang perlu diperhatikan agar mengonsumsi makanan bersantan tetap sehat:
Pertama, awali buka dengan camilan. Menu bersantan sebaiknya dikonsumsi 30-40 menit setelah mengonsumsi takjil sehat.
Kedua, pilihlah santan yang encer, batasi porsinya, dan tidak dipanaskan berulang kali.
Ketiga, barengi makanan bersantan dengan dengan makanan tinggi serat dan protein.
Karena itu, usahakan untuk menyantap buah dan sayur saat buka puasa sebagai pelengkap nutrisi saat berbuka.
Kandungan vitamin dan mineral paling banyak terdapat pada buah dan sayur. Selain itu, pilihlah sumber protein yang baik seperti daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, atau biji-bijian utuh.
Jika ingin dimasak dengan tambahan santan, pastikan santan yang digunakan tidak berlebihan. (ds)
Editor : Amin Fauzie