Khasiat temulawak memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Temulawak menjadi salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak sekali khasiat kesehatan dan telah menjadi salah satu bagian dari warisan budaya pengobatan tradisional.
Tanaman ini dapat ditemukan tumbuh subur di Asia Tenggara, seperti indonesia, thailand, dan malaysia. Jika dilihat sekilas, tanaman ini mirip dengan kunyit.
Temulawak tidak hanya digunakan sebagai obat herbal, tetapi juga dapat digunakan sebagai pewarna makanan, bumbu masakan, dan juga campuran produk kosmetik.
Di indonesia, temulawak umumnya dikonsumsi dalam bentuk bubuk, jamu, teh herbal, bentuk yang telah dikeringkan, dan suplemen.
10 Khasiat Temulawak yang Bisa Dirasakan Bagi yang Konsumsi
Keistimewaan temulawak ini terletak pada rimpangnya yang paling sering digunakan dalam pengobatan herbal. Rimpang inilah yang mengandung berbagai zat dan senyawa yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh.
Beberapa studi menunjukkan jika temulawak memiliki berbagai kandungan senyawa yang sangat bagus bagi kesehatan, seperti terpenoid, kurkumin, xanthorrhizol, antioksidan, anti radang, antimikroba, antikanker, dan juga antidiabetes.
Selain itu, dalam temulawak juga terkandung vitamin, kalsium, zat besi, sodium, potassium, folat, minyak atsiri, tumerol, borneol, dan phellandren. Dengan banyaknya kandungan zat aktif dan senyawa yang ada dalam temulawak, rimpang ini telah diakui khasiatnya untuk kesehatan.
1. Meningkatkan fungsi pencernaan
Temulawak dapat membantu merangsang produksi empedu, sehingga dapat meningkatkan fungsi pencernaan.
Mengonsumsi temulawak dapat mengatasi perut kembung, dispepsia, dan berbagai masalah pencernaan lainnya.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
Kandungan antioksidan dan nutrisi temulawak yang beragam dapat membantu kerja sel darah putih dan produksi antibodi, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Mencegah kanker
Temulawak dapat mencegah, mengontrol, dan menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang menjadi penyubur kanker, seperti kanker payudara, prostat, dan usus besar.
Selain itu, kandungan antioksidan temulawak juga bekerja dengan cara melindungi sel – sel tubuh dari kanker karena mutasi abnormal sel.
4. Mengatasi infeksi
Kandungan kurkumin dan xanthorrhizol dapat berfungsi sebagai antimikroba. Riset menyebut, jika ekstrak temulawak dapat mengatasi dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, seperti salmonella dan e.coli.
5. Meningkatkan fungsi ginjal
Minyak atsiri dalam temulawak dapat membantu meningkatkan fungsi normal ginjal dengan cara memaksimalkan fungsi organ ini saat menyaring darah dari sisa racun dan metabolisme tubuh.
6. Menjaga kesehatan hati
Efek antioksidan dan anti radang pada temulawak dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan fungsi hati dan mengurangi peradangan. Namun, jika ingin menggunakan rimpang ini sebagai obat hati, lebih baik berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.
7. Mengeluarkan racun dalam tubuh
Kandungan felandren pada temulawak dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui urin, feses, dan keringat.
8. Mengontrol gula darah
Efek antioksidan dan anti radang dalam temulawak dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan menjaganya untuk tetap stabil. Temulawak juga dapat membantu meningkatkan efektivitas hormon insulin dalam mengendalikan gula darah.
9. Mempercepat penyembuhan luka
Kandungan borneol yang ada dalam rimpang ini dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
10. Antioksidan
Antioksidan merupakan senyawa yang penting untuk menghambat proses oksidasi dan radikal bebas, sehingga tubuh akan terhindar dari kanker, pikun, dan sakit jantung.
Meskipun temulawak merupakan obat herbal alami, penggunaannya harus dilakukan dengan hati – hati. Rimpang ini dapat menimbulkan efek samping dan reaksi interaksi dengan obat – obatan, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan resep dokter.
Beberapa kelompok, seperti ibu hamil dan menyusui dan juga orang – orang yang menderita masalah empedu, maag kronis, atau kelainan darah sebaiknya tidak mengonsumsi temulawak sebagai obat herbal.
Jika memilih untuk mengonsumsi temulawak, pastikan mengonsumsinya dalam dosis yang tepat, yaitu sekitar 8 gram per hari yang diyakini masih dalam batas aman. Meski begitu, belum ada informasi yang jelas mengenai dosis aman dan maksimal temulawak secara medis. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama