Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ciri-Ciri Diabetes pada Anak Muda, Salah Satunya Sering Kencing dan Berikut Gejala Lainnya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 18 Juli 2024 | 15:28 WIB
Ilustrasi cek kadar gula
Ilustrasi cek kadar gula

RADARTUBAN - Diabetes melitus atau yang lebih sering disebut dengan diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya glukosa dalam darah.

Diabetes dapat terjadi karena tubuh tidak menghasilkan atau menggunakan insulin dengan efektif. Diabetes memiliki 3 jenis, yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, dan gestasional.

Diabetes tipe 1 dapat terjadi karena tubuh menyerang sel – sel di pankreas yang memproduksi insulin, sehingga tubuh sama sekali tidak memproduksi insulin sama sekali.

Diabetes tipe 2 terjadi karena insulin yang dihasilkan pankreas tidak dapat bekerja dengan baik atau pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga gula darah terus meningkat.

Sedangkan diabetes gestasional umumnya terjadi selama masa kehamilan. Diabetes tipe ini dapat terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes, tetapi mengalami peningkatan kadar gula darah selama hamil.

8 Ciri-Ciri Diabetes pada Anak Muda yang Sering Tidak Disadari

Diabetes perlu dideteksi sedini mungkin agar dapat segera ditangani dan menghindari berbagai komplikasi yang menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

1. Rasa haus berlebih

Rasa haus yang berlebihan ini dapat terjadi karena kadar air yang ada di dalam tubuh berkurang drastis akibat sering buang air kecil.

Rasa haus ini menandakan tubuh yang mencoba mengisi kembali cairan yang hilang.

2. Munculnya guratan hitam

Guratan hitam atau acanthosis nigricans dapat muncul pada lipatan bagian tubuh tertentu, seperti ketiak, leher, lutut, siku, dan selangkangan.

Ini terjadi karena tingginya hormon insulin yang merangsang aktivitas sel – sel kulit, sehingga menyebabkan perubahan pada kulit.

3. Sering kencing atau frekuensi buang air kecil meningkat

Penderita diabetes akan lebih sering buang air kecil daripada orang normal. Ini terjadi karena sel – sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa, sehingga ginjal akan mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin.

4. Luka yang tak kunjung sembuh

Orang yang menderita diabetes biasanya akan memiliki luka yang sulit untuk sembuh dan cenderung mudah terinfeksi.

Ini dapat terjadi karena kerusakan pada pembuluh darah akibat jumlah gula yang berlebih dan menyebar ke pembuluh vena dan arteri.

5. Mata keruh dan penglihatan kabur

Orang yang menderita diabetes cenderung berisiko terkena katarak. Kadar gula yang berlebih akan menyebabkan penumpukan sorbitol pada lensa mata, sehingga penglihatannya akan kabur. Selain itu, juga dapat terjadi kerusakan pada saraf mata.

6. Kesemutan atau mari rasa

Diabetes dapat merusak saraf yang akan membuat penderitanya kesemutan dan mati rasa di tangan atau kaki yang dibarengi dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak. Jika kadar gula dibiarkan, maka akan menyebabkan kerusakan permanen pada saraf.

7. Kulit kering dan pecah – pecah

Kadar gula yang tak terkontrol dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan, sehingga kondisi kulit akan memburuk karena tidak terhidrasi. Ini akan mengakibatkan kulit menjadi kering dan pecah – pecah.

8. Badan lemas

Ciri-ciri diabetes pada anak muda lainnya adalah sering lemas. Saat pankreas hanya menghasilkan sedikit insulin atau bahkan tidak sama sekali, tubuh tidak bisa menjadikan gula sebagai sumber energi.

Sehingga hormon akan mengubah lemak untuk dijadikan energi. Inilah yang akan menyebabkan tubuh terasa lemas dan sulit konsentrasi.

Faktor yang Dapat Berpotensi turut Meningkatkan Risiko Diabetes

Pertama, memiliki keturunan yang mengidap diabetes tipe 1. Tipe diabetes karena genetik ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang mengganggu fungsi sel – sel di pankreas yang menghasilkan hormon insulin.

Kedua, menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti jarang olahraga dan mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan dan dalam jangka panjang.

Ketiga, obesitas. Molekul lemak yang dilepas ke dalam darah dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap insulin, sehingga akan memicu diabetes.

Keempat, sedang hamil. Wanita yang sedang hamil dapat mengalami peningkatan kadar gula darah karena hormon estrogen yang meningkat dan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengelola gula darah.

Diagnosis diabetes hanya bisa dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah. Selain tes darah, tes lain seperti toleransi glukosa oral atau OGTT bisa dilakukan untuk mendiagnosis.

Pengobatan diabetes sangat penting untuk agar mencegah terjadinya komplikasi serius, seperti gangguan mata, kerusakan saraf, masalah ginjal, dan penyakit jantung. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#diabetes #air kecil #haus