Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Infus Jadi Skin Care Wajah Viral di Medsos, Bagaimana Kata Dokter?

Annisa Dwi Kusuma Hany • Jumat, 19 Juli 2024 | 14:30 WIB
Natrium chloride 0,9 persen untuk membersihkan luka yang digunakan toner wajah.
Natrium chloride 0,9 persen untuk membersihkan luka yang digunakan toner wajah.

RADARTUBAN –Infus jadi skin care wajah mendadak jadi tren baru sebagian remaja. Media sosial Tik­Tok ramai membahas cairan infus yang digunakan untuk toner atau skincare wajah demi kecantikan.

Video tersebut telah viral dan di­tonton 10 juta lebih pengguna Tik Tok. Cairan infus itu di­gunakan sebagai penghilang beruntusan atau bintik-bintik kecil pada wajah.

Menanggapi video yang viral tersebut, Dokter Umum RSNU Tuban Nuraini Ikqtiar­zune Har­yono memberikan penje­lasan terkait kandu­ngan cairan infus yang di­klaim bisa men­cerahkan wa­jah tersebut. Dia mem­benarkan bahwa cairan infus bisa digunakan skincare.

Namun, dampaknya tidak sig­nifikan seperti toner. ’’Ka­rena cairan infus tidak di­ran­cang untuk toner wa­jah. Jadi, kalau dibuat men­jadi pengganti toner sebe­narnya kurang efektif,’’ ujar­nya.

Umumnya, terang Aini—sa­paan akrabnya, cairan infus yang digu­nakan adalah go­longan NaCl 0,09 persen atau normal saline (NS). Cai­ran itu biasanya diguna­kan untuk membersihkan luka.

’’Jika dipakai untuk to­ner, hanya akan mem­berikan efek hidrasi saja. Ku­rang lebih memang ham­pir sama dengan toner, tapi tidak seperti toner yang me­miliki lebih banyak kan­dungan yang difor­mulasikan khusus untuk wajah,’’ ujar­nya.

Lulusan Universitas Wijaya Ku­suma Surabaya itu me­nam­bahkan, tidak semua cairan infus bisa digunakan untuk toner. Pasalnya, setiap jenis infus me­miliki kandu­ngan yang berbeda.

Dan, setiap kulit juga memiliki kondisi yang berbeda, se­hingga ditakutkan mem­be­rikan efek yang kurang baik bagi kulit. ’’Apalagi kalau un­tuk kulit sensitif,’’ katanya memperingatkan.

Kendati demikian, perem­puan usia 29 tahun itu meng­imbau agar tidak mudah ter­­pengaruh dengan tren yang se­dang viral di media sosial, khu­susnya bagi area kulit. Sebab, setiap orang me­miliki jenis kulit dan reaksi yang berbeda ter­hadap suatu pro­duk.

Apa­lagi, jika produk ter­sebut tidak ada klaim atau di­cip­takan untuk area kulit khu­sus wajah. ’’Untuk meng­­­hindari iritasi atau merusak barier kulit, sebaiknya kon­sultasi dahulu ke dokter,’’ imbaunya. (han/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#RSNU Tuban #infus #skin care #tiktok