RADARTUBAN –Infus jadi skin care wajah mendadak jadi tren baru sebagian remaja. Media sosial TikTok ramai membahas cairan infus yang digunakan untuk toner atau skincare wajah demi kecantikan.
Video tersebut telah viral dan ditonton 10 juta lebih pengguna Tik Tok. Cairan infus itu digunakan sebagai penghilang beruntusan atau bintik-bintik kecil pada wajah.
Menanggapi video yang viral tersebut, Dokter Umum RSNU Tuban Nuraini Ikqtiarzune Haryono memberikan penjelasan terkait kandungan cairan infus yang diklaim bisa mencerahkan wajah tersebut. Dia membenarkan bahwa cairan infus bisa digunakan skincare.
Namun, dampaknya tidak signifikan seperti toner. ’’Karena cairan infus tidak dirancang untuk toner wajah. Jadi, kalau dibuat menjadi pengganti toner sebenarnya kurang efektif,’’ ujarnya.
Umumnya, terang Aini—sapaan akrabnya, cairan infus yang digunakan adalah golongan NaCl 0,09 persen atau normal saline (NS). Cairan itu biasanya digunakan untuk membersihkan luka.
’’Jika dipakai untuk toner, hanya akan memberikan efek hidrasi saja. Kurang lebih memang hampir sama dengan toner, tapi tidak seperti toner yang memiliki lebih banyak kandungan yang diformulasikan khusus untuk wajah,’’ ujarnya.
Lulusan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu menambahkan, tidak semua cairan infus bisa digunakan untuk toner. Pasalnya, setiap jenis infus memiliki kandungan yang berbeda.
Dan, setiap kulit juga memiliki kondisi yang berbeda, sehingga ditakutkan memberikan efek yang kurang baik bagi kulit. ’’Apalagi kalau untuk kulit sensitif,’’ katanya memperingatkan.
Kendati demikian, perempuan usia 29 tahun itu mengimbau agar tidak mudah terpengaruh dengan tren yang sedang viral di media sosial, khususnya bagi area kulit. Sebab, setiap orang memiliki jenis kulit dan reaksi yang berbeda terhadap suatu produk.
Apalagi, jika produk tersebut tidak ada klaim atau diciptakan untuk area kulit khusus wajah. ’’Untuk menghindari iritasi atau merusak barier kulit, sebaiknya konsultasi dahulu ke dokter,’’ imbaunya. (han/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama