Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Stres Dapat Memicu Timbulnya Eksim pada Kulit, Simak Penjelasannya

Riyan Prasetyo • Sabtu, 27 Juli 2024 | 03:05 WIB
Stres bisa menjadi salah satu pemicu eksim.
Stres bisa menjadi salah satu pemicu eksim.

RADARTUBAN-Umumnya, eksim dipicu dari alergi, iritasi, cuaca, atau jenis kain tertentu. 

Eksim ditandai dengan kulit kering, gatal, merah, dan terasa nyeri.

Namun, tahukah bahwa stres juga bisa menjadi salah satu pemicu eksim?

Stres adalah keadaan psikologis yang timbul ketika seseorang merasa tertekan atau terancam sesuatu.

Stres dapat memiliki efek negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang, termasuk kondisi kulit.

Menurut Dr. Gowri Kabbur dari Cleveland Clinic, stres dapat memicu eksim dengan memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan hormon.

Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan menghasilkan hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.

Hormon ini dapat membuat kulit lebih berminyak dan rentan terhadap infeksi.

Stres juga dapat meningkatkan produksi histamin dan imunoglobulin E (IgE) dalam tubuh.

Histamin dan IgE adalah bahan kimia yang berperan dalam reaksi alergi dan dapat menyebabkan peradangan serta gatal-gatal pada kulit, sehingga memperburuk eksim.

Dokter Saadia Hussain, seorang ahli dermatologi juga menyatakan bahwa stres dapat memperparah gejala eksim.

Karena itu, sangat penting untuk mengelola stres dan eksim secara bersamaan dan efektif.

Dengan demikian, dapat menjaga kesehatan
Melansir dari jawapos.com, berikut beberapa cara mengatasi eksim:

1. Melakukan rileksasi

Salah satu metode meredakan stres adalah dengan melakukan aktivitas yang nikmat dan menenangkan pikiran.

Aktivitas tersebut, antara lain, mendengarkan musik, membaca buku, bermeditasi, berolahraga, atau berkebun.

2. Kenali dan Hindari Pemicu Stres

Setiap individu memiliki penyebab stres yang berbeda, seperti pekerjaan, pendidikan, keluarga, atau hubungan interpersonal.

Penting untuk mengidentifikasi apa yang memicu stres dalam hidup dan mencari cara mengelola atau menghindarinya.

Contohnya, jika tenggat waktu membuat stres, coba buatlah jadwal kerja yang masuk akal dan fokus pada tugas-tugas yang paling penting.

Jika konflik dengan orang lain menjadi sumber stres, usahakan untuk berkomunikasi secara efektif dan temukan solusi bersama.

3. Diskusi dengan Dokter

Jika eksim tidak menunjukkan tanda-tanda membaik atau malah semakin buruk, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

Dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat dan meresepkan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi gejala eksim, seperti krim steroid, antihistamin, atau imunomodulator.

4. Perawatan Kulit

Untuk mencegah dan mengatasi eksim, penting untuk merawat kulit dengan benar.

Gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit setiap hari, terutama setelah mandi.

Hindari penggunaan sabun, deterjen, atau produk perawatan kulit yang mengandung bahan iritan seperti alkohol, pewangi, atau pewarna. (*)

Editor : Dwi Setiyawan
#stres #kulit #eksim