Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penelitian Akademisi Inggris Menyebut Mencium Kentut Bisa Mencegah Penyakit Berat

Nawar Shabnam Kalila • Jumat, 9 Agustus 2024 | 14:00 WIB

 

Ilustrasi mencium kentut yang bisa mencegah penyakit berat.
Ilustrasi mencium kentut yang bisa mencegah penyakit berat.

RADARTUBAN - Kentut merupakan aktivitas alami dan normal dilakukan ketika gas di dalam usus dilepaskan dan keluar melalui anus.

Aktivitas ini dihasilkan melalui penghirupan udara bersamaan dengan minum dan makan yang tertelan atau fregmentasi bakteri dari saluran pencernaan.

Meskipun sering kali bau kentut yang dikeluarkan berbau tidak sedap. Kentut bukan sesuatu yang harus diwaspadai dan dihindari.

Bau kentut ternyata tidak hanya sekadar bau tidak enak dan menganggu saja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Exeter, kentut dapat mencegah penyakit.

Salah satu universitas di Inggris, yaitu University of Exeter melakukan penelitian mengenai kentut. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun kentut menimbulkan bau yang tidak sedap, ternyata mampu berpotensi besar untuk kesehatan dan mampu mencegah kanker.

Kentut mengandung gas hidrogen sulfida yang dapat menurunkan risiko kerusakan mitokondria. Oleh karena itu kentut mampu mencegah penyakit seperti kanker, serangan jantung, stroke, arthritis, bahkan demensia.

Sesuai dengan penelitian tersebut, ternyata meskipun bau kentut tidak menyenangkan, hidrogen sulfida yang terkandung di dalamnga mampu dijadikan terapi untuk mengurangi risiko berbagai penyakit serius.

“Sekarang juga minta maaf sama temen lo yang suka kentut,” tulis akun Instagram @whichis.sebenarnya dalam postingannya mengenai riset ini.

Penelitian ini membuat beberapa pengguna Instagram beramai-ramai menuliskan komentar di kolom komentar postingan @whichis.sebenarnya.

“Wah ternyata kentut suamiku bermanfaat sekali yaa. Terimakasih suamiku,” komen pemilik akun Instagram @widyaagstputri yang berterima kasih kepada suaminya.

“Setidaknya kamu terhindar dari resiko kanker @dahlah_ngel” tulis akun @yaelahstef sambil mention temannya.

“Ternyata di balik kentut anda yang kadang menyengat tujuan anda baik ya menyelamatkan saya dan anaknya dari kanker,” komentar @biazpermana yang baru menyadari bahwa kentut bermanfaat.

Namun terlalu sering kentut juga tidak baik, bahkan harus segera dikonsultasikan ke dokter. Ada beberapa gejala yang dapat membuat kentut menganggu kenyamanan, mengkhawatirkan hingga disertai gejala gangguan pencernaan.

Gejala kentut tersebut sebagai berikut:
1. Kentut disertai nyeri pada perut
2. Frekuensi kentut yang tidak normal atau berbeda dari biasanya
3. Bau busuk kentut yang berbeda dari biasanya
4. Perubahan warna pada atau konsistensi tinja
5. Apabila kentut atau bau yang berlebihan sampai mengganggu aktivitas sosial atau psikologi secara signifikan.


Jika anda pernah merasakan gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan kepada dokter agar tidak semakin parah kondisinya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#penemuan #University of Exeter #kentut #riset