Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Viral Pemakan Kucing Klaim Obat Diabetes, Ini Bahaya Konsumsi Daging Kucing Menurut Dokter Unair

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 9 Agustus 2024 | 23:41 WIB
Ilustrasi bahaya konsumsi daging kucing.
Ilustrasi bahaya konsumsi daging kucing.

RADARTUBAN - Beredar video unggahan di media sosial menunjukkan pria paro baya pemilik kos di Semarang mengonsumsi daging kucing dengan dalih bantu atasi diabetes yang dideritanya.

Video yang diunggah di akun TikTok @three.in.onee pada Rabu (7/8) tersebut menunjukkan jika sang predator kucing di Semarang tersebut diperkirakan sedang memakan daging kucing dengan sepiring nasi.

Video bapak kos di Semarang itu pun langsung viral dan membikin heboh warganet, pasalnya pria itu memakannya tanpa memikirkan bahaya konsumsi daging kucing.

Dilansir dari berbagai sumber, pria ini mengaku mengonsumsi daging kucing karena kadar gula darahnya yang sudah sangat tinggi.

Sehingga saat mengonsumsi daging kucing, dia meyakini tidak mengalami kenaikan gula darah lagi.

Dia juga mengaku mendapatkan informasi daging kucing dapat mengatasi diabetes dari sang kakak.

Namun, bukan malah menyembuhkan diabetes, daging kucing justru berpotensi menyebabkan berbagai masalah pada kondisi kesehatan tubuh.

Dokter Kesehatan Masyarakat Veteriner SIKIA Unair Surabaya, Prima Ayu Wibawati drh M.Si mengatakan, jika daging kucing tak layak untuk dikonsumsi karena tak sesuai dengan UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Lalu apa bahaya konsumsi daging kucing?

Daging kucing tidak memiliki standar keamanan untuk dikonsumsi oleh manusia, sehingga akan meningkatkan risiko zoonosis atau penularan penyakit dari hewan ke manusia saat dikonsumsi.

Penyakit meat borne, seperti tuberculosis, brucellois, salmonellois, taeniasis, dan lain sebagainya berpotensi menginfeksi tubuh manusia.

“Dikhawatirkan, berbagai penyakit dari meat borne disease berpotensi menginfeksi orang yang makan. Selain itu kucing merupakan reservoir rabies, jadi apabila memang memiliki virus rabies. Maka juga potensi zoonosisnya juga sangat tinggi,” ujar Prima Ayu Wibawati drh M.Si.

Selain itu, daging kucing juga berpotensi menularkan infeksi toksoplasmosis yang berasal dari parasit toksoplasma gondii di dalam tubuh kucing, infeksi bakteri Clostridium botulinum, dan penyakit Lyme.

Dari berbagai risiko penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, masyarakat perlu lebih di edukasi terkait bahaya konsumsi daging kucing. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kesehatan hewan #bahaya #dokter #obat diabetes #konsumsi #Tuberculosis #daging kucing #Unair #salmonellois #viral #Bapak Kos di Semarang