Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Hati – Hati Gizi Buruk Sebabkan Berbagai Gangguan Kesehatan Anak, Mulai Dari Gangguan Pertumbuhan Fisik hingga Kematian

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 30 Agustus 2024 | 14:25 WIB

 

Ilustrasi gizi buruk yang memicu gangguan kesehatan pada anak.
Ilustrasi gizi buruk yang memicu gangguan kesehatan pada anak.

RADARTUBAN - Gizi buruk atau wasting menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Gizi buruk tentunya akan sangat berdampak pada kesehatan anak, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Gizi buruk atau wasting berbeda dengan stunting. Namun, keduanya masih saling berhubungan.

Anak yang mengalami gizi buruk dan tidak segera ditangani, maka akan berisiko menjadi stunting.

Untuk mencegah gizi buruk pada anak, orang tua harus memastikan jika anak telah memenuhi semua asupan nutrisi yang diperlukan saat masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tidak hanya faktor kekurangan asupan nutrisi saat masih balita, tetapi ibu yang memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, terinfeksi HIV, sifilis, dan menggunakan narkoba juga akan meningkatkan risiko anak mengalami gizi buruk.

Selain itu, anak juga dapat mengalami gizi buruk akibat gangguan penyerapan nutrisi karena penyakit kronis, tinggal di daerah dengan sanitasi buruk, kelainan pada sistem pencernaannya, dan beberapa lainnya.

Gejala gizi buruk pada anak dapat ditandai dengan tubuh anak yang terlalu kurus, gangguan tumbuh kembang, wajah keriput, kulit kering, lemas, dan tidak aktif bermain.

Dilansir dari unicef.org, berikut ini ada berbagai dampak buruk yang dapat terjadi jika masalah gizi buruk pada anak tidak segera ditangani, seperti:

1. Gangguan pada pertumbuhan fisik

Anak dengan gizi buruk akan mengalami gangguan pada pertumbuhan tinggi badannya. Ini dikarenakan karena asupan gizi untuk pertumbuhan. Jika tidak segera ditangani, maka anak akan berisiko mengalami stunting.

2. Berisiko menderita penyakit tidak menular

Anak yang mengalami gizi buruk akan memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit tidak menular ketika dewasa, seperti diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

3. Meningkatkan risiko kematian

Anak dengan gizi buruk akan memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tercukupi asupan gizinya. Ini karena rendahnya sistem kekebalan tubuh, sehingga anak akan mudah terinfeksi penyakit dan berujung pada kematian.

4. Gangguan perkembangan otak

Asupan gizi yang kurang akan mengganggu proses perkembangan otak anak, sehingga perkembangan otak tidak optimal. Kondisi ini akan mengganggu proses belajar anak dan produktivitasnya di masa depan.

5. Sistem kekebalan tubuh rendah

Sistem imun yang rendah pada anak yang menderita gizi buruk akan menyebabkan anak mudah terkena berbagai infeksi penyakit, seperti diare, pneumonia, pilek, dan batuk.

Untuk mencegah anak mengalami gizi buruk, pastikan asupan nutrisi harian anak terpenuhi. Berikan juga makanan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Selain konsumsi makanan, lakukan pemeriksaan rutin dengan tenaga ahli atau dokter untuk mengetahui perkembangan dan kesehatan tubuh anak. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#stunting #meningkatkan risiko #berisiko menderita penyakit #gizi buruk #pertumbuhan fisik #penyakit tidak menular #anak